PKC PMII Bali Nusra Gelar Webinar, Pancasila sebagai Dasar Negara Sudah Final -->

Iklan 970x250px

PKC PMII Bali Nusra Gelar Webinar, Pancasila sebagai Dasar Negara Sudah Final

Sabtu, 11 Juli 2020
Foto: Saat acara Webinar Berlangsung. (ist/O'im)

Mataram, incinews.net: PKC PMII Bali Nusra Gelar WEBINAR dengan Tema Penguatan Ideologi Pancasila Sebagai Dasar Negar Kamis, kemarin (9/7/2020)

Webinar ini berlangsung selama 120 Menit dan melahirkan banyak ide-ide baru tentunya untuk kemajuan bangsa indonesia. 

Dalam acara tersebut ada tiga narasumber yang mengisi yaitu, Akhdiansya selaku anggota DPRD Propinsi NTB, Miftahul Khair selaku Aktivis IMM NTB dan Almukmin Selaku aktivis GMNI Kota mataram.

Dalam sambutannya, Ktua PKC PMII Bali Nusra Aziz Muslim, Pancasila mempunyai banyak makna yang bertujuan untuk mempersatukan dan memperkuat bangsa indonesia. "Pro kontra yang terjadi itu adalah suatu kewajaran di tengah masyarakat,"sebutnya.

Setelah Sambutan Ketua PKC PMII bali Nusra langsung di lanjutkan pembahasan terkait dengan Penguatan Ideologi Pancasila Sebagai Dasar Negara. 

Akhdiansya selaku anarasumber mengatakan Pancasila adalah spirit negara, dasar negara yang harus di pertahankan. "semangat dalam bernegara," ungkapnya.

Dilajutkan dengan Narasuber yang kedua Miftahul Khair menyampaikan juga bahwa pancasila itu sudah final sebagai dasar ideologi negara, "intinya adalah kita harus lebih mengenalkan nilai-nilai pancasila kepad masuarakat,"katanya. 

Kemudian juga dari penyampaian narasumber yang ketiga dari Al Mukmin menyampaikan juga bahwa pancasila sebagai dasar negara indonesia sudah final, terkait maslah yang ada di negara indonesia ini sdh biasa, "karna bangsa yang besar terlahir dari bnyaknya masalah yang di jadikan sejarah, dan itu yang akan membesarkan negara pula tambahnya dalam penyampaiannya," kata ketua GMNI Kota Mataram.

Kesimpulan dari diskusi itu adalah pancasila sebagai dasar negara itu tidak bisa tergantikan (final), tinggal bagaimana kedepannya kita memberikan peananman nilai lebih kepada masyarakat kedepat agar tidak terjadi persoalan persoalah yang mengacacaikuan bangsa. (red)