Masuk Zona Merah, Kota Mataram dan Lobar Sepakat Lakukan Kampanye Ulang Bahaya Covid-19 -->

Iklan 970x250px

Masuk Zona Merah, Kota Mataram dan Lobar Sepakat Lakukan Kampanye Ulang Bahaya Covid-19

Kamis, 02 Juli 2020
Foto: Sekretaris Daerah Propinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi saat mimpin Rapat Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. (ist/O'im)

Mataram, incinews.net: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat sepakat melakukan kampanye ulang dan masiv bahaya virus Covid 19. Tingginya angka penyebaran dan kasus terpapar Covid 19 di kedua wilayah tersebut ditengarai akibat turunnya kedisiplinan dan pola pencegahan yang harus ditingkatkan.

Bertempat di Ruang Rapat Utama Setda Provinsi NTB, Kamis (2/7/2020), Sekretaris Daerah Propinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi menyimpulkan, penegakan disiplin yang lebih tegas disertai sanksi dan cara cara baru harus dilakukan secepatnya. Selain membentuk tim khusus patroli pencegahan yang didukung operasi non militer (kemanusiaan) Korem 162/WB dan Kodim Lobar, penguatan pencegahan berbasis lingkungan/area publik juga menjadi langkah pencegahan bagi kelompok beresiko tinggi. 

"Secara medis dan non medis, usulan dari gugus tugas Covid-19 kota Mataram dan kabupaten Lombok Barat adalah bagaimana menegakkan kembali disiplin protokol kesehatan dengan kampanye bahaya Covid-19 dengan media apa saja. Strategi pencegahan juga diperkuat dan diperketat",  ujar Miq Gita sapaan akrab Sekda Provinsi NTB. 

Beberapa strategi tersebut seperti dijelaskan Miq Gita adalah dengan sosialisasi ulang Pergub tentang tata cara di tempat umum, pengawasan di posko terpadu di tempat umum dengan menempatkan inspektur masker juga sosialisasi di lingkungan oleh aparat desa/ kelurahan dan tokoh setempat secara masif seperti awal pandemi.

Secara medis, penanganan kelompok beresiko tinggi seperti orang lanjut usia dengan penyakit bawaan (comorbid) dilakukan pelayanan kunjungan rumah, penanganan lebih awal pasca reaktif dengan isolasi mandiri dan karantina lokasi yang lebih fokus jika terjadi penularan.

Senada dengan Sekda Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Nurhandini Eka Dewi mengatakan secara umum sejak pembukaan tempat umum beberapa minggu terakhir, kurva penularan masih progresif. Di kota Mataram terutama disebabkan oleh kepadatan penduduk dan mobilitas antar kedua wilayah ini. (red)