Wali Kota Mataram Ahyar Abduh Apresiasi Kepolisian Tangkap Palaku Judi Saat Corona

Iklan 970x250px

Wali Kota Mataram Ahyar Abduh Apresiasi Kepolisian Tangkap Palaku Judi Saat Corona

Wednesday, April 15, 2020
Foto: Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh  Saat memberikan Keterangan depan Awak Media. (ist/O'im)

Mataram, incinews.net: Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh mengapresiasi tindakan tegas yang dilakukan Polresta Mataram dalam membubarkan kerumunan massa di tengah pandemi covid-19 atau corona.

Seperti diketahui, sepekan terakhir cukup banyak tindakan tegas yang dilakukan kepolisian. Mulai dari membubarkan judi sabung ayam di Mataram dan Ampenan.

Selanjutnya menangkap dan mengamankan bandar dan penyedia tempat judi bola Adil di wilayah Abian Tubuh. Belum lagi mengamankan empat pemuda yang mabuk saat patroli skala besar dilakukan petugas di Ampenan. Rentetan tindakan tegas kepolisian itu diapresiasi wali kota.

‘’Saya berterima kasih kepada Polresta Mataram yang dengan cepat dan tegas membubarkan adanya kerumunan-kerumanan yang dilakukan masyarakat. Apalagi membubarkan judi sabung ayam seperti itu,’’ ungkapnya di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, senin (13/04/2020).

Masyarakat harus diedukasi. Tapi tidak cukup dengan himbauan semata. Bila perlu dengan menggunakan tindakan tegas. Khususnya kepada masyarakat yang tidak mengindahkan edaran dan kebijakan pemerintah.

‘’Tindakan itu kiranya bisa menjadi edukasi. Kita semua butuh sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mencegah sebaran virus corona di Kota Mataram,’’ tuturnya.

Jumlah warga Mataram yang positif corona terus bertambah. Untuk itu diperlukan langkah pencegahan. Bisa dilakukan dengan tidak berkumpul dengan menghadirkan massa dalam jumlah banyak. Kemudian selalu menerapkan jaga jarak (social distancing) dan physical distancing. Oleh karena itu, tindakan kepolisian yang bertindak tegas sangat diapresiasi wali kota.

‘’Karena kita juga sudah memberlakukan jam malam. Tapi masih ada saja yang melanggar. Saya sangat mendukung tindakan kepolisian yang bertindak tegas. Supaya jadi efek jera dan membuat masyarakat jadi patuh,’’ terangnya. (red)