Incinews.net
Jumat, 17 April 2020, 15.09 WIB
Last Updated 2020-04-17T23:36:30Z
HeadlinePemerintahSosial

Rapat Virtual dengan Mensos, Gubernur Berharap BLT dalam Bentuk Sembako


Foto: Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah,SE., M.Sc bersama Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, rapat dengan Menteri Sosial, Juliari P. Batubara. (ist/O'im)

Mataram, incinews.net: Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah,SE., M.Sc bersama Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, melakukan video conference atau rapat secara virtual dengan Menteri Sosial, Juliari P. Batubara, Kamis (16/04/2020).

Dalam kesempatan itu, Juliari menjelaskan arahan Presiden Republik Indonesia H. Joko Widodo terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dibagikan kepada masyarakat dalam rangka menanggulangi dampak Covid-19.

"Bantuan tersebut sebesar Rp. 600.000 yang dibagikan selama tiga bulan, April, Mei, Juni ke 9.000.000 Kepala Keluarga di Indonesia," kata Menteri Sosial.

Melanjutkan penjelasannya, di Provinsi NTB sendiri akan dibagikan ke 280.000 KK yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Penyalurannya melalui mitra kerja PT. POS dan Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) dengan dukungan Pemerintah Daerah.

Sementara itu Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah berterimakasih dan mengapresiasi Pemerintah Pusat yang memperhatikan daerah-daerah yang terdampak Covid-19. Dalam hal ini Gubernur memberikan masukan terkait bantuan tersebut. 

"Jika memang berkenan di NTB atau di seluruh Indonesia, bantuannya jangan tunai. Tetapi seperti bantuan yang dilakukan Provinsi NTB, bantuannya berupa produk dari UKM kita," jelasnya.

Dengan pola tersebut, masyarakat akan terbantu dengan sembako yang dibagikan, di sisi lain UKM-UKM memiliki aktivitas yang produktif, baik secara kesehatan maupun ekonomi sambil mereka mengerjakan aktivitasnya di rumah.

"Saya kira jika ini tiga bulan saja, UKM ini bergeliat akan menambah tenaga kerja yang baru dan saya kira setelah Covid-19, kita akan punya industrialisasi yang sangat mengesankan,” terangnya. (red/hms)