Polda NTB: Libur 14 Hari Bukan Liburan, Putus Matarantai Penyebaran Virus Corona -->

Iklan 970x250px

Polda NTB: Libur 14 Hari Bukan Liburan, Putus Matarantai Penyebaran Virus Corona

Selasa, 17 Maret 2020

Foto: Himbauan Virus Korona. (ist/O'im)



Mataram, incinews.net: Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan sekolah di daerah itu libur selama 14 hari ke depan berikut dengan ditetapkannya status siaga bencana non alam untuk Covid-19.

Hal ini memberi kesempatan pada orang tua untuk lebih sering bersama anak-anaknya. Namun demikian, bisa jadi banyak orang yang tidak memahami dan menganggap remeh situasi saat ini.
Libur 14 hari untuk memotong rantai penularan virus yang mewabah saat ini. Tetap hal ini baru akan berhasil jika semua orang tetap tinggal di rumah masing-masing selama 14 hari itu.

Sebagai ilustrasi, diibaratkan seorang anak mulai libur tanggal 16 Maret selama 14 hari, dia akan masuk sekolah lagi pada hari ke 15. Ternyata anak itu dan keluarganya menggunakan waktu libur itu untuk jalan-jalan, mengunjungi tempat saudara, ke mall dan tempat ramai lainnya.

Seandainya dia jalan-jalan di hari ke 10 dan terlular Covid-19 di tempat yang ia kunjungi, mungkin pada hari ke 14 atau 15 belum ada tanda-tanda dia sakit, tetapi dia sudah membawa Covid-19 di tubuhnya dan berpotensi menularkan saat dia masuk sekolah pada hari ke 15.

Maka 14 hari libur sekolahnya itu, tidak ada gunanya, penularan terjadi juga di sekolah, efek domino akan berlangsung, rantai penularan tidak terputus.

Seperti disampaikan Kabidhumas Polda NTB Kombes Pol Artanto, S.I.K., M. Si, bahwa waktu 14 hari berguna untuk saling pantau, jika ada orang yang menunjukkan gejala menderita serangan Covid-19 bisa segera ditangani dan penularan stop hanya pada dia, karena dia tidak kontak dengan orang lain dalam 14 hari itu.

“Mari bekerjasama, semua warga masyarakat harus membantu agar patuh untuk tidak kemana-mana dalam 14 hari itu kecuali untuk hal yang sangat mendesak,” ujar Artanto di ruang kerjanya, Senin(16/3/20).

Artanto mengimbau kepada masyarakat agar sementara waktu untuk mengisolasi diri dan tetap tenang menghadapi situasi saat ini.
“Saya harap semua patuh dan pemerintah dapat terbantu untuk stop penularan Covid-19. Jika tidak, maka 14 hari libur itu percuma, 14 tahun pun tak bisa stop penularan,” pungkasnya. (red)