Lestarikan Budaya, Desa Selat Gelar "Malean Sampi" -->

Iklan 970x250px

Lestarikan Budaya, Desa Selat Gelar "Malean Sampi"

Selasa, 17 Maret 2020
Foto: Event budaya Malean Sampi (mengejar sapi) (ist/O'im)

Lombok Barat, incinews.net: Event budaya Malean Sampi (mengejar sapi,  red)  kembali digelar para petani peternak di Desa Selat, Kecamatan Narmada, Kab. Lombok Barat (15/3/2020).
Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengaku meski di saat yang bersamaan dirinya akan menghadiri rapat terkait Covid-2019 di provinsu NTB,  namun dirinya menyempatkan diri hadir di momen yang menjadi salah satu calender of event pariwisata di Lombok Barat. 

Atas terselenggaranya kegiatan ini bupati memberi apresiasi atas inisiatif masyarakat Desa Selat yang menggelar kegiatan budaya ini secara mandiri sebagai sebuah inovasi desa yang harus tetap ditumbuhkembangkan bagi upaya memajukan pariwisata di Lombok Barat dengan tetap melestarikan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat petani peternak khususnya.

Bupati menjelaskan,  sebelumya meminta Dinas Pariwisata Lombok Barat untuk menginventarisir potensi-potensi pariwisata di masing-masing desa yang bisa dijadikan event menarik untuk bisa menarik minat wisatawan berkunjung ke Lombpk Barat.  

"Dan sudah ada puluhan proposal dari desa desa di Lombok Barat yang sudah menyodorkan potensi potensi event di masing masing desanya yang bisa digelar, " ujar Bupati. 

Bupati juga mengungkapkan, tidak hanya sekedar daftar event dimaksud sudah didaftar,  namun juga jauh lebih penting bagaimana event tersebut bisa dipublikasikan secara masif dan seluas-luasnya melalui berbagai media yang ada.  Dengan demikian event event tersebut bisa lebih dikenal dari domestik hingga mancanegara. 

Bupati juga salut terhadap masyarakat Selat yang tetap mempertahankan tradisi 
"Manoang", sebuah tradisi mengantarkan makanan ke sawah bagi keluarga yang bekerja di sawah.  Tradisi ini harus dilestarikan karena merupakan peninggalan orangtua terdahulu. 

"Tradisi ini harus tetap dipertahankan,  mengingat di zaman modern saat ini tradisi ini sudah mulai menghilang, " ungkap Fauzan. 

Menyinggung tentang virus corona yang saat ini menjadi isu internasional, bupati meminta masyarakat untuk tidak menghadapinya secara berlebihan bahkan panik. Bupati mengingatkan agar kewaspadaan dini harus tetap dijaga.  Caranya, masyarakat harus tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan masing-masing. 

"Pemerintah dalam menghadapi wabah ini tidak tinggal diam, namun tetap bekerja keras memberikan pemahaman dan mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menjaga kebersihan, " ungkap bupati. 

Kepala Desa Selat Sabudi melaporkan,  Malean Sampi ini diikuti 47 pasang sapi sebagi peserta dari kecamatan Narmada dan Lingsar.  Malean Sampi dijadikan sebagai wahana silaturrahmi antar petani peternak dan sebagai wujud syukur atas panen padi yang sudah dilakukan. 

Sebelumnya dilakukan carnaval puluhan pasangan sapi yang turut serta pada even ini yang startnya dari Kantor Desa Selat dan finis di arena lomba. 

Pada kesempatan tersebut hadir Camat Narmada dan anggota Muspika, anggota DPRD Lombok Barat Dapil Lingsar Narmada, bahkan terpantau lima orang wisatawan asal Eropa yang turut menyaksikan event ini. (red)