Pembunuh Mertua di Bima Akibat Istri Kabur Karena Gak Cinta Ditangkap Polisi -->

Iklan 970x250px

Pembunuh Mertua di Bima Akibat Istri Kabur Karena Gak Cinta Ditangkap Polisi

Incinews.net
Jumat, 14 Februari 2020
Foto: ilustrasi Pembunuhan (ist/O'im).

Kota Bima, incinews.netFaisal (30 thn) Pelaku pembunuh mertua di Bima NTB akhirnya ditangkap polisi. “Dia lari ke hutan di perbatasan desa. Ditangkapnya malam, tadi pagi-pagi udah di bawa ke Polres,” ungkap Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono, Rabu (12/2/2020).

Faisal ditangkap pada Selasa (11/2/2020) kemarin. Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan pengejaran selama dua hari pasca aksi pelaku melakukan pembunuhan korban Muhammad Kasim (60 thn) warga Desa Mangge, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima NTB, akibat sang istri kabur dari rumah karena gak Cinta. 

Haryo mengatakan, pihak keluarga turut membantu pengejaran pelaku hingga menunjukkan keberadaan pelaku.

“Ditangkapnya di gunung, kita koordinasi dan minta bantu sama keluarganya untuk naik gunung. Saat ditangkap dia tidak melawan karena ada keluarganya,” ujarnya.
Diduga pelaku melakukan itu karena kesal dengan sikap mertuanya yang membiarkan istrinya kabur dari rumah dan meninggalkan dirinya.

Kejadian naas itu berlangsung di dapur rumah korban tepatnya di Desa Mangge, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Senin (10/2/2020) sekitar pukul 15.00 Wita.

"Pelaku membunuh korban merasa sakit hati, karena korban mendukung anaknya (istri pelaku) untuk kabur keluar daerah. Karena istri pelaku sudah tidak suka lagi sama pelaku," ungkap Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono.SIK, S.H


Korban langsung meninggal dunia ditempat kejadian perkara akibat luka bacok yang dialami pada sekujur tubuhnya.

"Leher hampir putus, luka bacok pada bagian punggung, bagian kepala, tangan kiri dan rahangnya. Pelaku dan korban masih ada hubungan keluarga yaitu mertua dan menantu," ujarnya.


Dikatakannya, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang melihat pelaku keluar dari rumah korban dengan sebilah parang yang diselipkan dipinggangnya. Tetangga kemudian masuk ke dalam rumah korban, dan mendapati korban tergeletak bersimbah darah dengan penuh luka bacokan.

"Korban sedang makan di dapur rumah miliknya, tiba-tiba pelaku datang dari arah belakang dan langsung membacok korban berulang kali hingga meninggal dunia," ujarnya.

(inc)