HPMD Mataram Menilai Bupati dan Wakil Dompu Gagal Jalankan Misi nya -->

Iklan 970x250px

HPMD Mataram Menilai Bupati dan Wakil Dompu Gagal Jalankan Misi nya

Kamis, 06 Februari 2020
Foto: Ilham, Selaku Ketua Umum Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Dompu (HPMD) Mataram (O'im)

Mataram, Incinews.netKetua Umum Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Dompu (HPMD) Mataram menilai Bupati Dompu dibawah kepemimpinan Drs.H. Bambang M. Yasin dan Wakil Bupati Arifuddin,SH dinilai gagal dalam menjalankan Misi nya 2016-2021 dalam pembangunan daeran. Salah satu Point dalam Misi di nilai gagal adalah bagaimana "Meningkatkan Kualitas Pengelolaan lingkungan hidup dan menciptakan Kota Dompu yang Asri, bersih dan Nyaman,".

Kata Ilham, kegagalan terbukti adanya perluasan lahan hutan oleh masyarakat dompu sebagai akibat program jagung. "kan tidak singkron program jagung diikuti dengan pembabatan hutang. Sementara jelas dalam Misi nya Bupati dan wakil Bupati Dompu periode 2016-2021 adalah bagaimana meningkatkan Kualitas Pengelolaan lingkungan hidup dan menciptakan Kota Dompu yang Asri, bersih dan Nyaman,"sebut ilham, selaku Ketua Umum Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Dompu (HPMD) mataram.
sembari ia tegaskan pihaknya sayangkan dan sangat kecewa tidak komitmenya bupati dengan Misi nya, kamis (6/2/2020).

Sehingga, sambung, ilham, akibat pembabatan hutang oleh masyarakat dompu secara masif tadi, menyebabkan Bencana Banjir Disejumlah titik. "Pohon di gunung dibabat habis, karena program jagung, saat hujan turun mudah terjadi banjir akibat serapan air tidak ada lagi,"tandasnya.

Selain itu, sejarah telah mencatat, pada 12 Januari 2017 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat merilis seribuan rumah di tiga desa di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, terkena banjir, Kaki-kaki rumah panggung warga Desa Melayu, Desa Mbuju, dan Desa Patula tergenangi air, sampai masuk ke lantai rumah yang rata-rata tingginya sekitar 2 meter.

Masih di Tahun 2017 bulan maret Ratusan rumah terdiri atas 442 KK (kepala keluarga) di sejumlah kecamatan, terdapat 80 KK di Kelurahan Potu, lingkungan Magenda dan Soriwono terendam air dengan ketinggian 1-2 meter. Selanjutnya, 15 KK di Kelurahan Bada di lingkungan Pelita terendam air dengan ketinggian 0.5-1 Meter. Di Desa Kareke 40 KK terendam air dengan ketinggian 0.5-1 Meter.

Di Kelurahan Karijawan 50 KK di lingkungan Kamporato dan lingkungan Karijawa Selatan terendam air dengan ketinggian 0.5-1 meter. Di Kelurahan Simpasai 35 KK lingkungan Manggemaci terendam air dengan ketinggian 0.5-1 meter. Di Kelurahan Kandai Dua 65 KK di lingkungan Ginte dan lingkungan Kandai Dua Barat, terendam air dengan ketinggian 1-1,5 meter. 100 KK di Desa Wawonduru di Dusun Kamporato, Wawonduru Timur dan Wawonduru Barat terendam air dengan ketinggian 1-2 meter.  Di Kelurahan Montabaru 20 KK di lingkungan VI, terendam air dengan ketinggian 0.5-1 meter. Di Desa Baka Jaya 25 KK terendam air dengan ketinggian 1-2 meter. Begitu juga 12 KK di Desa Kramat di Dusun Enca terendam air dengan ketinggian 1-2 meter. peristiwa itu memakan korban Di Desa Saneo terbawa banjir operator eksavator atas nama Suhardono (dono) asal suku Jawa karyawan PT NK. Ia terbawa arus dengan eksavatornya serta 4 unit motor yang terparkir.

Pada bulan november 2017 banjir kembali  merendam sejumlah titik seperti Lingkungan Kota Baru Kelurahan Bada sebanyak 50 rumah, Lingkungan Mantro 60 rumah, Kelurahan Bali lingkungan Seporo 42 rumah, Kelurahan Karijawa Lingkungan Sigi 70 rumah.

Sementara Pada tahun 2018 akibat banjir bulan maret Sebanyak 1.120 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. melanda 6 kelurahan/desa di Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Wilayah yang terdampak adalah desa di sepanjang bantaran Sungai Laju. Di antaranya Desa Matua, Desa Kareke, Kelurahan Bada, Kelurahan Potu, Kelurahan Simpasai, Kelurahan Kandai II, dan Desa Wawonduru. 

Pada awal bulan november 2018 Di Desa Tolokalo sekitar 300 rumah dan Desa Songgajah sekitar 100 rumah. Selain rumah warga, banjir juga merendam fasilitas umum diantaranya SMP Songgajah, Kantor Desa Songgajah, Kantor Desa Tolokalo, sekolah dan mesjid di Desa Tolokalo.

Peristiwa banjir juga menimbulkan antrian panjang kendaraan baik dari arah Pekat maupun dari arah Kempo. jumlah wilayah yang terendam air banjir dikabupaten dompu, informasih yang dihimpun, kata ilham,  akibat bajir merendam dikecamatan dompu  ada 3 kelurahan, sementara di kecamatan woja 2 kelurahan dan 1 satu desa. "informasinya yang saya himpun akibat banjir tersebur kerugian ditaksir lebih kurang mencapai 1 miliar," sebutnya. 

Sementara di tahun 2019 bulan april Sejumlah rumah milik warga dilaporkan hanyut. Sementara sebagian besar terendam. Ketinggian air hingga 2,9 meter menerjang pemukiman-pemukiman warga.

Rumah-rumah penduduk di sepanjang bantaran sungai pun terendam. Antar lain terjadi di 3 kelurahan di Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, yakni Kelurahan Bali I, Kelurahan Karijawa, dan Kelurahan Ba’da. BPBD Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mencatat sebanyak 311 kepala keluarga atau 1.655 jiwa terdampak banjir.

Ratusan kepala keluarga terdampak banjir di Kelurahan Bada, tersebar di Lingkungan Kotabaru sebanyak 104 kk, dan Lingkungan Mantro 75 kk. Di Kelurahan Bali l, tersebar di Lingkungan Kampo Samporo sebanyak 55 kk, dan Lingkungan Sigi, Kelurahan Karijawa 97 kk.

Dengan sejumlah deretan peristiwa tersebut, Ilham katakan, penyebab bencana banjir pihaknya menilai akibat alih fungsi hutan menjadi lahan bertani jagung, "bukti bahwa Misi Dompu yang asri dan nyaman adalah pepesan kosong, bukti bahwa pemerintah telah gagal, imbas dari Misi yang gak jalan  itu terpaksa memakan korban dan menelan kerugian miliaran rupian,"ungkapnya.

Kembali pria yang beralamat Desa Mbuju Kecamatan Kilo ini tegaskan, Dalam Misi nya, Pemerintah Dompu secara jelas menginginkan bagaimana Meningkatkan Kualitas pengelolaan lingkungan hidup dan menciptakan Kota Dompu yang Asri, bersih dan Nyaman, tapi faktanya keasrian dompu dipertontonkan dengan gunung yang gundul, kenyamannya kini harus ditukar dengan rasa takut saat hujan datang.

Lebih jauh ia ungkapkan, kalo saya tafsirkan salah satu bunyi Misi nya, Kualitas pengelolaan lingkungan hidup gagal, gagal kerena tidak mampu kelola dengan baik lingkungan hidup, menyebabkan banjir akibat pembabatan hutan yang masif, gagal dalam tatakelola kawasan hutang yang tidak meksimal, gagal menciptakan Kota Dompu yang Asri, kalo Asri gak mungkin sejumlah titik kawasan kota dompu dikepung banjir, dan titik untuk kawasan hutan kota didompu tidak ada, "bagaimana lingkungan dompu bersih, sementara  tahun lalu warga Dompu gelar aksi soal sampah, kebersihan, dan bagaimana mau nyaman sampah di kota dibuang sembarangan, hingga aliran sungai dikawasan kantor Bupati tidak luput dari sampah, " tutupnya. (inc)