Ditegur Saat Joget Atas Panggung, Dua Pria di Dompu Saling Bacok -->

Iklan 970x250px

Ditegur Saat Joget Atas Panggung, Dua Pria di Dompu Saling Bacok

Rabu, 05 Februari 2020
Foto: Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto.SIK,M.Si (O'im)

Mataram, Incinews.net- Dua orang laki-laki di Dusun Soritatanga, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat terlibat duel. Menyebabkan keduanya mengalami luka serius, pada hari Senin dini hari kemarin.

Perkelahian yang menyebabkan kedua laki-laki Suwandi (40 thn) warga Desa Kempo, Kecamatan Kempo, Kabupaten  Dompu dan Suherman (45 thn) warga Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu dilatarbelakangi kesalahpahaman antar keduanya. 

Kejadian tersebut berawal dari adanya kegiatan Orghen tunggal malam yang diadakan oleh Junaidin Madi (50) warga Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat di halaman rumahnya tepatnya di Pinggir Pantai Dusun Soritatanga dan didatangi oleh ramai pengunjung, bahkan tidak hanya didatangi warga setempat melainkan juga didatangi oleh warga desa lainnya.

Saat malam sudah mulai larut tepatnya sekitar pukul 01.00 Wita,  Suwandi yang saat itu menegur Suherman yang sedang berjoget untuk turun dari atas panggung, mendengar teguran dari Suwandi membuat Suherman malah menjadi emosi dan melakukan pemukulan terhadap Suwandi kemudian mengeluarkan pisau belati dan menusukkannya ke leher Suwandi hingga menyebabkan leher Suwandi terluka, "merasa jiwanya terancam akhirnya Suwandi mengeluarkan sebilah parang kemudian menebas Suherman dan menyebabkan Suherman mengalami luka tebas pada bagian bahu kanan," terang Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto.SIK,M.Si, senin (3/2/2020).

Pimpinan Bidhumas Polda NTB tersebut menambahkan bahwa Kapolsek Pekat Ipda Abdul Malik memerintahkan personel Polsek Pekat untuk langsung menuju ke Tkp mengamankan perkelahian antar keduanya dan membawa keduanya ke Puskesmas Calabai dan Rumah Sakit Pratama Manggelewa karena keduanya mengalami luka-luka. Pihak Polsek Pekat juga menghimbau para pengunjung Orgen Tunggal untuk membubarkan diri. 

Diketahui bahwa acara orgen tunggal tersebut tidak disertai dengan izin keramaian dari pihak kepolisian maupun pemberitahuan kepada pihak desa.   

“Langkah selanjutnya Kapolsek mendatangi keluarga dari keduanya dan menghimbau kepada kedua belah pihak untuk sama-sama meredam emosi dan mempercayakan penyelesaiannya kepada pihak Kepolisian untuk dicarikan solusi yang terbaik, sehingga permasalahan tidak meluas  guna terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif”, ujar Kabidhumas Polda NTB. (Inc)