NW Kepung Kantor DPRD NTB, Minta Segera Eksekusi Perubahan Nama Bandara -->

Iklan 970x250px

NW Kepung Kantor DPRD NTB, Minta Segera Eksekusi Perubahan Nama Bandara

Jumat, 24 Januari 2020
 Foto: Massa Aksi.

Mataram, Incinews.netRibuan massa sebagian besar merupakan jamaah dan santri ponpes Nahdlatul Wathan menggelar Aksi unjuk rasa di kantor DPRD NTB, Jum'at (24/1). 

Terpantau, sejumlah aksi massa memadati sejumlah ruas jalan di jalan  lintas Udayana seputar gedung Dewan dan islamic center kota mataram.

Aksi ribuan massa ini untuk menuntut dewan NTB segera menerbitkan surat rekomendasi perubahan nama bandara sesuai dengan syarat Permenhub No. 1421 Tahun 2018 tentang perubahan nama bandara dari Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).

"Kami menuntut agar dewan segera memparipurnakan dan mengagendakan perubahan nama bandara ini, secepatnya dan harus menjadi agenda perioritas oleh dewan," ujar Budi dalam orasinya.

Sementara itu, di dalam gedung dewan, berlangsung sidang paripurna. Salah satu agenda utamanya adalah terkait dengan surat Gubernur NTB tentang perubahan nama bandara BIL menjadi BIZAM. Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah juga ikut hadir dalam sidang yang terbuka untuk umum itu. 

Untuk mencegah situasi semakin memanas diluar pagar gedung DPRD NTB, Gubernur didampingi Wakil Ketua Dewan dan Kapolda NTB keluar menemui masa aksi.

Dalam paparannya, Gubernur akrab disapa
Bang Zul ini, menyampaikan bahwa nama bandara Lombok Sudah Final dengan nama Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Ada proses politik yang kami harus lalui. "Seandainya saya dan Wakil Gubernur bisa mengeksekusi sendiri perubaha nama bandara ini maka sudah lama kami lakukan,"kata Gubernur NTB diatas mimbar depan ribuan massa aksi.

Pada kesempatan itu juga tuntutan aksi massa ditandatangani langsung oleh Gubernur dan Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi. "Mudahan-mudahan setelah kami menandatangani, kita bisa segera sowan dan bermunajat kepada Allah swt sehingga selesai pada waktunya."harapnya.

Pemerintah RI melalui Kementerian Perhubungan juga telah mengeluarkan SK terkait dengan pemberian nama bandara Lombok menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Nama bandara ini diambil dari nama Pahlawan Nasional Pertama dan baru satu-satunya yang berasal dari NTB.

Mori Hanafi dari atas mobil komando aksi menyampaikan, DPRD NTB akan memasukkan perubahan nama bandara ini sebagai salah satu agenda prioritas di dewan. "Sehingga, nama bandara Lombok segera dapat dieksekusi," ungkap Politisi Duta Gerindra ini.

Usai mendengar jawaban dari Gubernur dan Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi, ribuan massa inipun membubarkan diri dengan tertib. 

Perubahan nama bandara ini menjadi polemik paska adanya edaran Menhub yang mensyaratkan perubahan nama harus mendapatkan persetujuan dalam bentuk surat rekomendasi dari gubernur dan dewan. (Inc)