Incinews.net
Rabu, 29 Januari 2020, 12.32 WIB
Last Updated 2020-01-29T08:37:27Z
HeadlineHukum

Akibat Buah Kelapa, LINMAS di Dompu Tega Tusuk Leher Habibi Hingga Tewas

Foto: Habibi Saat Dipuskesmas, selasa 28 Januari 2020 Kecematan Kilo Dompu (Ist/O'im)

Dompu, Incinews.net- Sungguh Sadis, seorang pemuda asal Desa Mbuju Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu, jadi Korban Pembacokan anggota Perlindungan Masyarakat (LINMAS) Desa setempat dengan Pelaku inisial MS. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (28/01/2020) sekitar pukul 11.00 wita.

Pembacokan terjadi setelah keduanya terlibat selisih paham saat korban Habibi (31 thn) memanjat kelapa muda di sebuah kebun kelapa yang dijaga orang tua MS yang terletak di lokasi Pelabuhan Nusantara, Dusun Pantai Biru, Desa Mbuju.

Kapolsek Kilo IPTU Rodolfo M.D. Araujo yang dikonfirmasi terkait kasus pembunuhan ini membenarkan bahwa siang tadi sekitar pukul 11.00 wita telah terjadi tindak pidana pembunuhan di kebun kelapa yang dijaga oleh orang tua pelaku.

"Berdasarkan hasil penelusurannya dilapangan orang tua dari pelaku memang mendapat mandat dari Bupati Dompu untuk menjaga kebun kelapa tersebut dengan hasilnya bisa dimanfaatkan bersama oleh masyarakat sekitar,"ungkap IPTU Rodolfo M.D. Araujo.

Menurut informasi yang diperoleh, sambung Kapolsek, sebelumnya korban bersama teman-temannya berniat makan kelapa muda di kebun yang dijaga oleh Bapak A. Kader Seh Saleh. Setibanya dilokasi, korban meminta ijin terlebih dahulu kepada penjaga kebun dan setelah diijinkan barulah korban dan teman-temannya memanjat pohon kelapa.

"Belum sempat korban menurunkan buah kelapa, datang MS meneggur korban dengan bahasa “AINA NGAHA NI’U” (jangan makan kelapa), kalau mau makan kelapa minta ijin dulu sama pemiliknya kemudian dijawab oleh korban kelapa ini bebas siapa pun boleh memakannya karena begitu bahasa Bapak Bupati Dompu,"sebut kapolsek.

Merasa tersinggung dan tidak terima atas jawaban korban, antara pelaku dan korbanpun sempat terjadi cekcok dan tanpa diduga-duga pelaku yang pada saat itu datang bersama orang tuanya mengeluarkan pisau sangkur yang diselipkan dibalik bajunya. "langsung menikam korban sebanyak 2 (dua) kali dibagian leher sebelah kiri dan punggung”, ungkap Kapolsek.

“Akibat dari luka tusukan yang menganga dileher tersebut, mengucur darah segar yang melumuri hampir seluruh tubuh korban”, lanjutnya.

Melihat korban telah terkapar dan berlumuran darah, teman-teman korban yang berada tidak jauh dari lokasi segera memberikan pertolongan serta mengevakuasi korban dengan membawanya ke Puskesmas terdekat. Namun sayang, akibat luka parah yang dideritanya, nyawa korban tidak mampu diselamatkan.

Sementara pelaku yang juga merupakan petugas Linmas di desanya, usai melancarkan aksinya langsung melarikan diri tanpa diketahui oleh rekan-rekan korban.

“Namun beberapa saat kemudian pelaku dapat ditangkap selanjutnya diamankan oleh anggota Polsek Kilo”, jelas Rodolfo.

Tidak jauh dari lokasi kejadian, massa yang merasa gusar dengan ulah pelaku, mengetahui kejadian pembunuhan  yang merenggut nyawa korban tersebut spontan melakukan aksi dengan membakar rumah orang tua pelaku hingga hampir rata dengan tanah.

Sampai dengan berita ini diturunkan, situasi disekitar lokasi pembunuhan dan rumah orang tua pelaku berangsur-angsur kondusif setelah dilakukan penggalagan serta diberikan himbauan oleh anggota Polsek Kilo agar masyarakat tidak main hakim sendiri. Polsek Kilo dan TNI masih berjaga-jaga di sekitar lokasi.

“Untuk pelakunya, saat ini telah dibawa dan diamankan di Mako Polres Dompu demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku” tutupnya. (Inc)