Di Acara SIMPEL NTB, Anggota DPD RI Dapil NTB Soroti Sampah Menumpuk di Pondok Prasi

Iklan 970x250px

Di Acara SIMPEL NTB, Anggota DPD RI Dapil NTB Soroti Sampah Menumpuk di Pondok Prasi

Monday, October 28, 2019

Mataram,Incinews.Net - Anggota DPD RI Dapil NTB Evi Apita Maya mengimbau nelayan di wilayah pesisir Ampenan untuk ikut aktif menjaga kebersihan pantai dan laut dari beragam sampah, terutama plastik.

"Nelayan yang menggantungkan hidup di laut, harus ikut bertanggungjawab untuk kebersihan laut bersama-sama masyarakat dan pemerintah," ujar Evi saat menjadi narasumber pada talkshow bersama Kepala Dinas Perdagangan NTB yang dihelat masyarakat nelayan yang tergabung dalam Serikat Masyarakat Pesisir Laut (SIMPEL NTB), Sabtu (26/10/2019) kemarin

Wakil Ketua Komite 3 DPD RI mengaku, prihatin terkait makin banyaknya sampah yang dibuang ke laut dan terdampar di pantai seperti yang disaksikannya di Lingkungan Pondok Prasi, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan saat ini.  Padahal, provinsi NTB telah mempunyai program Zero Waste guna memerangi sampah plastik tersebut.

"Ingat NTB itu dikenal akan keindahan pantainya. Sayang jika pantai kita yang indah tapi disana sini banyak sampahnya," kata Evi.

Ia mengingatkan, kampung nelayan di wilayah setempat bisa menjadi distinasi wisata di Kota Mataram, asalkan jangan lagi ada praktik membuang sembarangan sampah di tengah laut. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban siapapun khususnya warga Pondok Prasi untuk menjaga ekosistem lingkungan tempat tinggalnya.

Begitu pula jika melihat ada pihak tidak bertanggung jawab terlihat membuang sampah di pantai, harus dicegah atau laporkan ke pihak berwajib.

Sebagian daerah di NTB, seperti Kota Mataram telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) untuk memproses pelanggaran buang sampah di sembarang tempat, termasuk pantai dan laut.

Evi mengatakan, keberhasilan Provinsi Bali menggaet wisatawan tidak lain, karena keseriusan pemda setempat, mulai pemprov dan pemda kabupaten/kota di Bali memerangi persoalan sampah tersebut.

Bahkan, saat kunjungannya di Provinsi Bali beberapa hari lalu, Pemprov Bali hanya menitipkan pada DPD agar membantu memperjuangkan UU Desa Adat. Hal ini agar kelestarian alam di Bali dapat tetap terjaga selamanya.

"Nah di NTB itu agar kampung nelayannya layak huni dan bisa sebagai daerah destinasi wisata, maka cara-cara kayak masyarakat Bali dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir dan pantai dari sampah harus menjadi gerakan bersama. Sayang kita punya perda tapi tidak kita patuhi dengan baik," tegas Evi.

Menurut Evi, persoalan sampah itu telah menjadi persoalan serius di semua wilayah NTB. Termasuk di Kota Mataram sebagai ibukota provinsi NTB.

Oleh karena itu, hal ini tidak bisa dianggap remeh dan disepelekan begitu saja. Padahal, potensi laut dan Pantai NTB sangat bagus untuk destinasi wisata bahari dan bisa menjadi salah satu andalan untuk menarik wisatawan.

Namun banyaknya sampah yang memenuhi pantai sangat mengganggu, tidak saja pemandangan tetapi bau tidak sedap akan membuat wisatawan enggan untuk datang.

"Perlu kepedulian semua pihak untuk ini, termasuk nelayan. Makanya, pada kesempatan ini, saya mengajak tokoh masyarakat, pak Camat, Lurah dan aparat lingkungan yang hadir untuk kita perduli terhadap masalah sampah dan kebersihan ini," tegas Evi Apita Maya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani juga mengajak semua pihak untuk perduli terhadap persoalan sampah ini. Kata dia, dirinya sempat mengenal Camat Ampenan Muzakir Walad saat menjadi Lurah Banjar yang sangat peduli terhadap kebersihan Kali Jangkuk.

Oleh karena itu, keberhasilannya saat menyabet gelar Lurah terbaik karena kebersihannya agar ditularkan pada warga masyarakat saat menjabat sebagai Camat seperti saat ini.

"Termasuk Bank Sampah yang ada di lingkungan Pondok Prasi juga wajib mengedukasi masyarakat sekitar agar mulai peduli terhadap kebersihan lingkungannya," kata Selly.

"Tolong Bank Sampah, jangan terima sampah yang bersih-bersih saja. Bila perlu sampah yang enggak bersih juga diambil lah.  Ini contohnya, di lokasi acara kita, sampahnya masih banyak yang berserakan," sambungnya. (inc)