Dompu Sering Kejadian Bunuh Diri Usia Remaja, Kemensos Upayakan Begini ! -->

Iklan 970x250px

Dompu Sering Kejadian Bunuh Diri Usia Remaja, Kemensos Upayakan Begini !

Minggu, 04 Agustus 2019

Dompu, Incinews.Net- Kejadian bunuh diri yang terus berulang dikalangan anak remaja yang terjadi di Kabupaten Dompu beberapa bulan lalu, membuat semua pihak perihatin tidak terkecuali dengan kementrian sosial RI lebih kusus Direktorat Kesejahteraan Sosial Anak Sub Bidang Anak yang memerlukan perlindungan khusus (Subid AMPK).

Merespon kejadian tersebut Kemensos bersama dengan Pekerja Sosial berulang kali turun ke lapangan dalam rangka menggali faktor penyebab dan fenomena sosial sehingga terjadinya bunuh diri dikalangan anak remaja, Ungkap Dayat Selaku Pekerja Sosial.

Setelah mendapatkan data- data yang penting yang sifatnya rahasia kemedian pihak kemensos merumuskan formulasi untuk penanganan kejadian tersebut dengan pihat yang berkompeten, selanjutnya diputuskan dilakukan seminar anak dan worshop anak, Jelas Dayat.

" Seminar Anak dilaksanakan 4 (empat) hari, mulai 30- 31 Juli 2019 yang melibatkan 840 orang Peserta dan sekitar 40 Guru dari 4 Sekolah yang terdapat kejadian Bunuh diri, Kemudian pada 1-2 Agustus 2019 dilanjutkan dengan Workshop Anak", Kata Dayat.

Kegiatan yang dipusatkan pada SMA Negeri 1 Hu'u tersebut, membuat anak-anak antusias" Mereka aktif mendengarkan bahkan mereka diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan pandangan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di wilayahnya tersebut. Selaian itu dari kegiatan tersebut lahirlah rencana kerja anak dengan membentuk kelompok pertolongan anak dari kalangan anak anak sendiri", Jelas Dayat.

 Ada beberapa rekomendasi yang ditujukan pada pemerintah, pihak sekolah, dan orang tua.

Adapun rekomendasi pada pemerintah seperti pemerintah harus menjamin hak- hak dasar anak, Pemerintah harus menyediakan fasiltas untuk anak megembangkan minat dan bakatnya dan Pemerintah harus melibatkan anak dalam menyusun dan memutuskan kebijakan. kemudian untuk pihak sekolah ialah Guru harus mampu memberikan peratian dan memberikan kasih sayang kepada anak didiknya tampa melakukan diskriminasi, Guru harus menjadikan contoh dan teladan yang baik bagi anak dan Sekolah harus meyediakan kegiatan ekstrakulikuler yang sesuai dengan minat dan bakat anak. selanjutnya bagi orang tua adalah Orang tua harus mampu menberikan dan menjamin kebutuhan anak- anaknya,Orang tua harus memberikan kasih sayang dan perhatian kepada anak anaknya dengan cara yang baik dan santun dan terakhir Orang tua tidak boleh jauh dari anaknya dan harus memahami anaknya serta harus terus melakukan komunikasi yang intens, Terang Dayat.

" Tidak hanya rekomendasi mereka juga membuat komitmen bersama, bagaimana caranya menghapuskan kekerasan di sekolah dan menjadi pionir agar tidak terulangnya kembali kasus bunuh diri", Katanya. (Inc)