Sikap SGI Bima, Atas Pelantikan Kadis Dikbudpora Kabupaten Bima -->

Iklan 970x250px

Sikap SGI Bima, Atas Pelantikan Kadis Dikbudpora Kabupaten Bima

Kamis, 23 Mei 2019

Bima,Incinesw.Net- The Right Man And The Right Place ungkapan di atas dalam teori kinerja dan manajemen organisasi sepertinya  kepemimpinan bupati dan wakil bupati bima menuai tanggapan dari organisasi profesi guru SGI Kabupaten Bima . Kamis (23/5)

Prinsip manajemen pendayagunaan yaitu menempatkan orang sesuai dengan kompetensinya sehingga orang di angkat untuk menduduki posisi jabatan sesuai dengan kompetensinya sehingga bisa bekerja dengan optimal,Ungkap Ketua Serikat Guru (SGI) Kabupaten Bima, Eka Ilham,M.Si

Dikatakanya, Sangat mengejutkan sekali leadership Dikbudpora Kabupaten Bima yang mengalami kekosongan selama ini atau di isi oleh pelaksana tugas(PLT), akhirnya di pimpin oleh seorang mantan kadis dukcapil yang memiliki latar belakang magister manajemen yang menangani persoalan kependudukan catatan sipil memimpin dinas dunia pendidikan Kabupaten Bima. Dikbupora kabupaten Bima adalah sentral utama berjalannya peningkatan kualitas sumber daya manusia tentunya dibutuhkan pemimpin yang paham betul bagaimana seluk-beluk persoalan pendidikan yang begitu kompleks, Ujar Eka.

"Memimpin dikbudpora bukan untuk belajar atau ajang coba-coba sambil belajar akan tetapi dibutuhkan pemimpin yang bukan sekedar paham dunia pendidikan tetapi mampu memberikan solusi dari persoalan dunia pendidikan"Katanya

lanjut Eka Ilham, Dilihat dari penempatannya pertimbangan bupati bima dan wakil bupati bima menempatkan mantan kadis dukcapil memimpin dinas pendidikan yang merupakan pondasi dari SDM kabupaten bima di lihat dari bagaimana kedepannya Dikbudpora mampu memenej dinas ini menjadi dinas yang transparan dan akuntabel, Jelasnya.

SGI Kabupaten Bima melihat bahwasannya penempatan kepala dinas Dukcapil ke Dikbudpora Kabupaten Bima semoga melihat prinsip-prinsip manajemen SDM:
Pertama standar kelayakan SDM harus sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kinerja dalam dunia pendidikan. Kedua kompetensi SDM sesuai dengan jabatan profesionalisme dalam jabatan. Ketiga menghilangkan pendekatan politis lebih di kedepankan profesionalisme dan kinerja. Keempat prestasi SDM  sesuai dengan kemampuan manajerial. Kelima kebijakan semoga melewati fit and proper test sebagai studi kelayakan untuk menduduki posisi jabatan Dikbudpora. Keenam peran dan fungsi baperjakat semoga mengedepankan azas SDM dan kemampuan manajerial, Terang Eka Ilham, M.Si Ketua Umum SGI Kabupaten Bima

Selanjutnya Ketua Dewan Kehormatan SGI Kabupaten Bima Dr. Juwaidin Ismail, M.Pd berpendapat bahwa Kondisi pendidikan kita butuh pemimpin yg memiliki kemampuan manajerial, untuk menerapkan pola manajemen terbuka yg modern, dan itu hanya bisa dilakukan oleh individu Pemimpin yg memahami ilmu manajemen dan individu yg terbuka atas input dari banyak pihak (staf dan bawahannya, serta stakeholder), tegas dan prinsipil, juga tidak memiliki beban masa lalu dengan dunia pendidikan sehingga individu macam itu bebas tanpa masalah dalam menerapkan keputusan dan kebijakan. Dalam konteks ini, sosok Zainudin (kadis baru) ideal untuk aspek manajemen jika dilihat dari kualifikasi pendidikannya (magister manajemen).

Langkah yang di ambil oleh pemerintah kabupaten Bima dalam hal ini bupati dan wakil bupati bima terjawab sudah ditengah polemik kepentingan dan kekuasaan untuk memimpin salah satu dinas pendidikan di kabupaten Bima. Kembali lagi menjadi hak perogratif eksekutif dalam hal ini bupati dan wakil bupati dalam mutasi dan rotasi,Jelasnya

Ia berharap semoga pendidikan di kabupaten bima dapat terwujud untuk pendidikan yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat pada khususnya di kabupaten Bima,Tutupnya (Inc)