Incinews.net
Sabtu, 09 Maret 2019, 16.11 WIB
Last Updated 2019-03-09T08:11:53Z
FGDPolres Bima

Menjelang Pemilu Polres Bima Gelar FGD Tangkal Isu Hoax Bersama KPU


Kompol Jamaluddin,S.sos. Kabag Ops Polres Bima yang Mewakili Kapolres Bima

Bima,Incinews.Net- Fokus Grup Discussion (FGD) di selenggarakan Oleh Polres Kabupaten Bima, dengan Tema " Membangun Peran Serta Elemen Masyarakat dalam menjaga Toleransi antara Umat Beragama serta Meningkatkan Partisipasi Kaum Melenial Mencetak Isu Hoax Guna Mewujudkan Pemilu 2019 yang aman Damai dan Sejuk di Kabupaten Bima",. Bertempat di Aula Polres Bima. Sabtu (09/3).

Acara dihadiri Oleh Ketua KPU Kabupaten Bima, Bawaslu Kabupaten Bima. Rektor STKIP Taman Siswa, Tokoh Agama, Masyarakat dan Pemuda serta Awak Media.

Kompol Jamaluddin.SSos selaku Kabag Ops Polres Bima, Mengatakan Pemilu Tinggal  39 Hari Lagi, sekitar 185 Juta lebih Pemilih di Indonesia akan menentukan Pemimpinnya baik di Legislatif maupun Pemimpin tertinggi yakni Presiden dan Wakil Presiden,Ungkapnya.

Pemilu serentak bertujuan Meminimalisir Pembiayaan Negara, Meminimalis  Biaya Tinggi bagi Peserta Pemilu,  Mencegah Politik uang, Penyalahguna Kekuasaan, dan Politisasi Birokrasi, Jelas Jamaluddin.

Sebagai yang Mewakili Kapolres Bima, Kabag Ops Menjelaskan Kegiatan FGD bertujuan menjadi Wadah Silaturahmi dan Ajang Diskusi membahas masalah yang sedang berkembang di masyarakat, Menyusun tragegi Pemilu ,sebagai upaya Pemilu berjala Aman dan Damai, Terang Jamal.

" Untuk sekarang Kondisi Keamanan Kabupaten Bima cukup Kondusif",Katanya.

Jamal berharap masyarakat tidak tergerus isu Hoax dan Ujaran kebencian, meski banyak yang berkembang isu-isu Hoax dan ujaran Kebencian di tengah masyarakat yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Masyarakat jangan menjadi bagian dari penyebar Isu Hoax atau membagikan isu Hoax dan ujaran Kebencian karena bisa memecah belah Persatuan", Katanya.

Polres Bima telah mempersiapkan Anggotanya untuk menjadi Keamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Jamal berharap perhatian semua pihak, partisipasi dan kerjasama Pemuda dan kaum Menenial Pemuda Pemersatu dan penghalang dampak Negatif Informasi Hoax dan ujaran Kebencian,Tutupnya. (inc)