Incinews.net
Minggu, 17 Maret 2019, 21.49 WIB
Last Updated 2019-03-17T14:30:29Z
GempaLombokMataram

Gempa Lombok, 2 Meninggal Dunia 40 Wisatawan Korban Longsor dan 13 Warga Lotim Luka-Luka


Lombok,Incinews.net – Gempa yang mengguncang Lombok NTB secara beruntun siang tadi dengan kekuatan Magnitudo 5,8 dan 5,2 terjadi minggu (17/3) pada pukul 14.17 WIB, menyebabkan selain sejumlah rumah yang retak dan roboh, ternyata sekitar 40 Wisatawan menjadi korban akibat terkena longsor dan dua orang lainnya meninggal dunia (belum teridentifikasi) ada juga yang mengalami luka-luka. Korban didominasi berasal dari wisatawan Malaysia dan Domestik.

“Iya benar (longsor),” kata Kabag Humas dan Protokol Setda KLU, Mujaddid Muhas, seperti dikutip di lensaNTB.com.

Terkait hal ini lanjutnya, pihak BPBD, Dinas Kesehatan Pemda setempat telah menerjunkan 4 unit ambulance dan para medis.“Sedang dievakuasi. Baru lima orang yang bisa dievakuasi, dua orang lainnya meninggal dunia (belum teridentifikasi) ada juga yang mengalami luka-luka,” jelasnya.

Semantara, informasi yang di himpun, sejumlah media dan BPBD Provini NTB untuk daerah kabupaten lombok Timur yang merupakan titik pusat dengan gempa, sementara Dalam laporan BPBD, disebutkan tak ada korban yang meninggal dunia di Lombok Timur. Namun belasan warga mengalami luka berat dan ringan akibat tertimpa benda yang jatuh saat gempa.

Data korban di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, Zulkifli (28), warga Dusun Aik Ngempok, Desa Pengadangan, mengalami luka di bagian jari tangan kiri dan tangan kanan. Adapun Daffa Zaen Al Faruk, asal Dusun Aik Ngempok, Desa Pengadangan, mengalami luka ringan di bagian kepala sebelah kiri.

Data korban di Kecamatan Sembalun, Edi Rustaman (30), anggota Polri, dan beralamat di Dusun Dasan Tengak Baret, Desa Sembalun, terluka di kepala akibat terkena genteng rumah. Deri (16), warga Dusun Lendang Luar, Desa Sembalun, mengalami benjolan di kepalanya akibat terkena tembok.

Lalu, Hamdani (28), warga Jerowaru; Rendi (18), warga Dusun Lendang Luar, Desa Sembalun; Yogi Prima Mei Gandi (24), warga Dusun Mentagi, Desa Sembalun; mengalami luka robek di tangan dan kaki akibat pecahan kaca jendela rumah.

Adapun warga Kecamatan Sambelia yang menjadi korban adalah Rifki suherman (15), asal Dusun Tampi Asih, Desa Belanting, terkena jatuhan piring. Di Kecamatan Aikmel, ada Jaurah (33), asal Kembang Kerang Lauq Barat, yang menderita kepala bocor tertimpa genteng; Teguh Winata (3), warga Kembang Kerang Lauq, kepalanya tertimpa genteng; Nizar (30), warga Kampung Karya, Desa Aikmel, pelipis dijahit.

Hikmawati (25), warga Dasan Beruk, Desa Aikmel, mengalami luka sobek di tangan kiri. Fatur, balita berusia 18 bulan, warga Kampung Karya, Desa Aikmel, kepala mengalami bocor akibat tertimpa reruntuhan.

Sementara kerusakan rumah terdapat di Kecamatan Montong Gading sebanyak 2 unit, yakni rumah milik Irjan, warga Dusun Solong, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading; serta milik Muhsip, di Dusun Solong Utara, Desa Pesangrahan, Kecamatan Montong Gading.

Di Kecamatan Sambelia, Alimudin (50), warga Kokok Pedek, Desa Sugian, yang sebelumnya mendapat bantuan rumah rusak ringan. Terdapat 1 unit di Dusun Kedondong Desa Kotaraja Kecamatan Sikur.

Sementara untuk data kerusakan fasilitas umum dan fasilitas sosial belum dilaporkan.

Disingung apakah kerusakan rumah warga tersebut adalah rumah bantuan yang dibangun pemerintah untuk korban gempa sebelumnya?

Rum,  menegaskan rumah yang dibangun pemerintah atau Rumah Tahan Gempa (RTG) masih berdiri kokoh tanpa ada gangguan. “Tidak ada, semuanya berdiri kokoh,” ungkapnya.(Inc)