Incinews.net
Selasa, 19 Maret 2019, 20.18 WIB
Last Updated 2019-03-19T12:18:48Z
DompuHuu

DP3A Dompu Fokus Tekan Maraknya Kasus Bunuh Diri di Hu,u


Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu, Hj. Daryati Kustilawati, SE, MM.

Dompu,incinews.Net - Kurun waktu antara bulan Januari hingga Maret tahun 2019 ini, tercatat sebanyak 6 kasus percobaan bunuh diri dengan cara menenggak racun serangga terjadi di Kecamatan Huu Kabupaten Dompu NTB.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu, Hj. Daryati Kustilawati, SE, MM., merasa prihatin atas kejadian yang menimpa perempuan dan anak-anak sekolah itu.

"Ada 6 kasus percobaan bunuh diri dengan cara menenggak racun. Diantaranya 4 orang meninggal dunia dan 2 orang lainya masih bisa terselamatkan," ucap Kepala DP3A Dompu, Hj. Daryati Kustilawati, SE, MM., Selasa (19/03/2019).

Ia menyebutkan, maraknya kasus bunuh diri yang menimpa perempuan dan anak ini merupakan tanggung jawab semua pihak, terutama keluarga, sekolah dan pemerintah.

Untuk menekan hal itu agar tidak terulang,  semua pihak harus bergandengan tangan berperan aktif dengan berkomunikasi yang baik serta memberikan dan menumbuhkan rasa kasih sayang kepada anak-anak.

Katanya, jika ditemukan terdapat siswa dan anak yang diketahui bermasalah atau bertindak tidak wajar. Maka sebaiknya dirangkul dan diberikan pemahaman. Jangan membuat mereka semakin terpuruk dan menjauhinya.

Menurutnya, ada banyak hal menjadi faktor pemicu nekadnya perempuan dan anak melalukan aksi bunuh diri. Mulai dari kurangnya kasih sayang orang tua, masalah ekonomi, keluarga hingga kenakalan remaja.

"Mari kita sisihkan waktu untuk sepenuhnya memberikan perhatian khusus kepada anak-anak kita," ajaknya.

Pihaknya telah berupaya berkomunikasi dengan pemerintah desa se Kecamatan Huu untuk membentuk kelompok-kelompok belajar anak dan pengajian disetiap dusun dan desa dengan menyisihkan anggaran dana desa. Tujuannya agar anak-anak remaja bisa menumbuhkan pikiran-pikiran positif.

"Kedepan akan terbentuk kegiatan yang bersentuhan langsung dengan anak-anak agar terhindar dari pikiran-pikiran negatif. Kemarin sudah kami sampaikan agar pemerintah Kecamatan dan Desa pro aktif terhadap perlindungan anak," jelasnya. (inc)