DLHK NTB Bersama IAGI Goes To KSB, Kembangkan Destinasi Wisata dengan Pilar Zero Waste -->

Iklan 970x250px

DLHK NTB Bersama IAGI Goes To KSB, Kembangkan Destinasi Wisata dengan Pilar Zero Waste

Senin, 09 November 2020
Foto: Saat Kegiatan DLHK NTB bersama IAGI di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dalam kegiatan diskusi zero Waste tersebut  turut hadir beberapa kelompok Sadar wisata (Porkdarwis) NTB, para pelaku bank sampah, LSM, hingga pemerhati lingkungan di KSB. (ist/O'im)

Sumbawa Barat, incinews.net: Setiap pengembangan destinasi wisata, seyogyanya disertai dengan sistem pengelolaan sampah yang baik. Untuk itu, sosialisasi Program Unggulan "Zero Waste" dilaksanakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB bekerja sama dengan Ikatan Ahli Geologi Indonesia ( IAGI )  NTB dan Pemkab KSB menggelar rangkaian kegiatan IAGI Goes to Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), (7/11/ 2020).

Kegiatan ini diawali dengan diskusi bersama di Kampus Universitas Cordova, KSB, Sabtu (7 November 2020). Yang kemudian akan ditindaklanjuti dengan pembinaan khusus ke 3 desa wisata KSB yakni Poto Tano, Lab Kertasari, dan Jereweh.  

"Dalam diskusi ini, diharapkan bisa muncul rekomendasi2 integrasi pengembangan destinasi wisata dengan Zero Waste," jelas Firmansyah selaku Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas LHK NTB. 

 Firman sapaan akrabnya menjelaskan, terdapat banyak site geologi yang berpotensi menjadi destinasi wisata baru di NTB. Namun hal tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan sampah dan pelestarian yang lingkungan yang baik. Oleh karena itu acara IAGI Goes to KSB merupakan salah satu ikhtiar untuk mewujudkan hal tersebut. 

Sementara itu, Mulyadi Gunawan selalu Koordinator Pengurangan Sampah NTB menyampaikan beberapa hal sebagai prioritas untuk mengurangi Sampah di NTB antara lain : Revitalisasi gotong royong, Pilah dan Olah Sampah Dari Sumbernya, Diversifikasi usaha bank sampah, Edukasi dan Kampanye secara masif, dan pelibatan sebanyak mungkin para pihak dalam pengelolaan sampah. 

Gunawan menjelaskan, pemerintah telah melakukan berbagai hal, dari penyiapan regulasi, sarpras oleh pemerintah kabupaten, sampai dengan hilirisasi pengelolaan sampah. 

"Namun tidak cukup hanya dengan itu, dibutuhkan juga peran masyarakat, terutama dalam hal pengurangan sampah," ungkapnya.
 
Di akhir acara diskusi, Gunawan mengajak agar mahasiswa bisa menjadi bagian dari agen perubahan menuju lingkungan hidup yang lebih baik ke depannya. Termasuk sebagai pemantau pengembangan destinasi wisata yang sejalan dengan Zero Waste di daerah masing-masing. (red)