NU Bersama Pemdes Gelanggang Bantu Disabilitas, Gerkatin: Terima Kasih NU Beri Perhatian Ke Kami -->

Iklan 970x250px

NU Bersama Pemdes Gelanggang Bantu Disabilitas, Gerkatin: Terima Kasih NU Beri Perhatian Ke Kami

Senin, 18 Mei 2020

Foto: Satgas NU menyerahkan  Penyandang Disabilitas di Lombok Timur. (ist/O'im)

Lombok Timur, incinews.net: Penyandang disabilitas terus menjadi perhatian Satgas NU, mengingat keterbatasan dan kerentanan yang dimiliki menuntut perhatian semua pihak. Lebih-lebih pada saat kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Penyandang disabilitas adalah kelompok masyarakat yang juga sangat terdampak baik secara sosial, kesehatan dan ekonomi. 

Sekertaris Lembaga penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Provinsi NTB Selamet Subroto menyampaikan, saat ini Satgas NU Peduli fokus memberikan dukungan kepada saudara-saudara kita kelompok rentan yang terdampak pandemi covid-19,  seperti penyandang disabilitas. Satgas NU memberikan perhatian terhadap kelompok ini, karena tingkat kerentanan mereka  dan berdasarkan informasi relawan dilapangan banyak penyandang disabilitas yang tidak mendapatkan bantuan jaring pengaman sosial. 

“Hal ini yang mendorong Satgas NU memberikan prioritas untuk diintervensi, dan mengajak semua pihak untuk bekerjasama serta bergotong royong mengurangi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan covid-19 terhadap penyandang disabilitas. Seperti yang kita lakukan hari ini (16/05) bersama pemerintah desa Gelanggang”, ungkapnya. 

Kepala Desa Gelanggang Sugianto saat memberikan bantuan paket sembako kepada penyandang disabilitas menyampaikan terima kasih kepada Satgas NU yang telah membantu warganya. Menurutnya penyandang disabilitas sering tidak diperhatikan keberadaannya, peran dan suara mereka sering  diabaikan dalam perencanaan pembangunan, lebih-lebih sebagai penerima manfaat pembangunan. 

Apa yang dilakukan oleh Satgas NU sudah tepat dan ini harus kita contoh, sehingga tidak ada lagi warga yang mengeluhkan tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah desa. Kedepan kita berharap terus ada sinergi untuk memberdayakan warga kami yang memiliki keterbatasan. Apapun kondisi yang dialami oleh penyandang disabilitas tidak boleh dipandang sebelah mata, mereka adalah saudara kita, punya hak dan kewajiban yang sama, jadi mereka harus diperhatikan, tegas Kades yang dikenal dekat dengan pemuda ini.

Dewan Pengurus Cabang gerakan untuk kesejahteraan tuli/tuna rungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Lombok Timur menyambut baik perhatian yang diberikan Nahdlatul Ulama Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Satgas NU Peduli Covid-19 kepada penyandang disabilitas,  khususnya penyandang tuna rungu yang tergabung dalam Gerkatin.  

“Saya ucapkan terima kasih kepada Nahdlatul Ulama yang sampai hari ini terus memberikan perhatian terhadap kami penyandang disabilitas”, ungkap Imam Darmawan Ketua DPC Gerkatin Kabupaten Lombok Timur saat menerima distribusi bantuan paket sembako dari Satgas NU Peduli Covid-19, Sabtu 16/05 dikediamannya. 

Kami di Gerkatin senang dengan teman-teman di Nahdlatul Ulama, Gerkatin dapat melakukan banyak kegiatan, bisa terhubung dan bersosialisasi dengan banyak orang, serta dapat mengadvokasi kebutuhan teman-teman tuli kepada pemerintah daerah, atas dukungan teman-teman NU, tambah alumni SLBN 1 Selong ini. 

Terpisah sekertaris LPBI NU Selamet Subroto menyampaikan, saat ini Satgas NU Peduli Covid-19 PWNU NTB  fokus memberikan dukungan kepada saudara-saudara kita kelompok rentan yang terdampak pandemi covid-19 seperti penyandang disabilitas. Satgas NU mengintervensi kelompok ini, karena berdasarkan informasi relawan dilapangan banyak penyandang disabilitas yang tidak mendapatkan bantuan jaring pengaman sosial, kondisi mereka cukup memprihatinkan. 

Dengan kehadiran Satgas NU memberikan bantuan, kita berharap dapat meringankan dampak ekonomi yang mereka rasakan akibat covid-19. Juga untuk mengetahui kondisi mereka dilapangan secara langsung, dengan begitu Satgas NU bisa menyampaikan dan mengadvokasi permasalahan yang dihadapi penyandang disabilitas kepada pemerintah daerah, tutupnya. (red)