Rumah Sakit Awet Muda Segera Berdiri di Lombok NTB -->

Iklan 970x250px

Rumah Sakit Awet Muda Segera Berdiri di Lombok NTB

Sabtu, 07 Maret 2020

Foto: Ekspose pengembangan pembangunan fisik Rumah Sakit  Awet Muda (RSAM) yang digelar di ruang rapat Jayangrane Kantor Bupati Lombok Barat. (ist/O'im).

Lombok Barat, incinews.net: Dalam ekspose pengembangan pembangunan fisik Rumah Sakit  Awet Muda (RSAM) yang digelar di ruang rapat Jayangrane Kantor Bupati Lombok Barat dan dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menginstruksikan perencanaan pembangunan fisik rumah sakit harus memperhatikan akses-akses disabiltas atau masyarakat yang berkebutuhan khusus.

Fauzan berharap pembangunan fisik di RSAM agar menambahkan konsep green design yang menjadi pembeda dengan rumah sakit lain. Selain itu bupati juga menginstruksikan pembangunan fisik juga harus mengadopsi arsitektur yang mencerminkan daerah, seperti atap yang berbentuk atap bencingah atau kubah. Ornemen-ornamen juga harus ada unsur kedaerahan yang berupa lumbung dan cukli.

“Saya berharap pelayanan jadi lebih prima, dan penataan lahan yang paling depan kurang teratur untuk itu saya berharap ditata dengan rapi,” kata Fauzan, (5/3/2020). 

Sementara itu, Direktur RSAM dr. AAN Surya Natha mengatakan bahwa di Tahun 2020 ini adalah tahun yang sangat strategis untuk RSAM dalam upaya kesiapan penambahan jenis layanan yang akan berdampak pada peningkatan pelayanan. Pasalnya, ada 4 Paket pembangunan fisik yang akan dilaksanakan di tahun 2020 ini.

Bangunan fisik konstruksi, kata Aan, bersumber pertama dari dana Dana Alokasi Khusus (DAK), itu akan dimanfaatkan untuk pembangunan gedung rawat inap lantai dua, yang akan memakan biaaya sekitar Rp 7 milyar lebih. Ada juga pembangunan instalasi bedah sentral dengan anggaran sekitar Rp 9 milyar lebih,  jadi total dari DAK  untuk pembangunan fisik sekitar Rp 18 milyar. 

“Selanjunya dari dana pinjaman daerah sekitar Rp 6 miliyar akan dialokasikan untuk pembangunan gedung ICU sebesar Rp 5 miliyar lebih dan pembangunan gedung genset sebagai pendukung sebesar Rp 814 juta,” kata dr.Aan. (red)