Warga Lotim Digegerkan Temuan Mayat Tinggal Tulang Dalam Sumur -->

Iklan 970x250px

Warga Lotim Digegerkan Temuan Mayat Tinggal Tulang Dalam Sumur

Senin, 20 Januari 2020
Foto: Jajaran Polres Lotim angkut dan amankan mayat tinggal tulang, Senin 20/1/2020 (Boim)

Lotim,Incinews.net,-Warga Desa  Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur digegerkan dengan ditemukan mayat yang tinggal tulang belulang dalam sumur yang berlokasi di kebun milik salah warga setempat atas nama Kasimin, Senin (20/1/2020) sekitar pukul 13.00 wita. Sementara identitas korban bernama Jafarudin alias Jepo (40) warga Pringgabaya Utara, sedangkan kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur AKP I Made Yogi Purusa Utama, S.I.K. saat dikonfirmasi membenarkan kalau pihaknya telah menerima laporan mengenai adanya penemuan tulang belulang di dalam sumur milik warga.

“Memang kami sudah terima laporan mengenai penemuan mayat didalam sumur tersebut,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penemuan mayat tersebut berawal saat salah seorang warga sedang mencari buah kelapa yang jatuh ke dalam sumur.

Mendapatkan laporan warga, lanjutnya, personel Kepolisian yang dipimpin Kapolsek Pringgabaya langsung menuju lokasi dan dengan dibantu masyarakat, tulang belulang itu kemudian berusaha dievakuasi dengan diangkat menggunakan bambu.

“Pengakuan keluarga kalau korban hilang sekitar lebih 20 hari lamanya,” ucapnya.

"Bagian pertama yang berhasil diangkat adalah tulang bagian kaki," imbuhnya.

‎Lebih lanjut dikatakan, di dalam sumur juga ditemukan beberapa barang bukti seperti pakaian korban, topi, dan kartu yang bertuliskan nama perusahaan.

“Selanjutnya bagian-bagian tulang belulang tersebut langsung dibawa ke Kamar Jenazah RSUD dr. R. Soejono Selong untuk dilakukan visum,” terangnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda NTB Kombes (Pol) Artanto, S.I.K., M.Si. menyampaikan, terkait masalah penyebab kematian korban masih dilakukan penyelidik oleh Tim Reskrim Polres Lombok Timur. 

“Untuk mengetahui penyebab kematian korban, harus dilakukan otopsi. Akan tetapi pihak keluarga tidak mau,” ujarnya. (Inc)