Mahasiswa KKN Unram Ciptakan Produk Olahan Bernilai Jual Tinggi

Iklan 970x250px

Mahasiswa KKN Unram Ciptakan Produk Olahan Bernilai Jual Tinggi

Wednesday, October 2, 2019

Mataram, incinews.net- Mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Juli 2019 di Desa Sembalun Bumbung menciptakan produk inovasi dengan memanfaatkan produk lokal di daerah tersebut.

Kelompok KKN yang beranggotakan 15 orang tersebut, memamerkan produk inovasinya pada acara Pameran Produk Inovasi dan Seminar Nasional Pengabdian dan Pameran Produk Unggulan (SEMNAS PEPADU) 2019 yang digelar oleh LPPM Unram di hotel Grand Legi Mataram, Kamis (26/9) lalu.

Mia Maharani Dewi, salah satu anggota KKN menjelaskan bahwa ide membuat produk inovasi itu berawal dari percikan ide dari dosen pembimbing mereka yaitu Prof. Ir. Muhammad Sarjan, M.Ag.C.P., Ph.D untuk membuat produk olahan dari produk unggulan yang ada di daerah Sembalun Bumbung.

Dari hasil observasi yang telah dia lakukan bersama rekan-rekan KKN nya, Mia menemukan beberapa produk unggulan di daerah tersebut antara lain Kentang, Stroberi, Kopi dan Bawang Putih Hitam (Black Garlic)

Mahasiswa jurusan Hubungan Internasional FISIPOL itu mengungkapkan bahwa produk bawang hitam (black garlic) telah merambah pasar internasional namun produksinya terbatas dan hanya dalam bentuk bawang putih utuh, sehingga tidak semua kalangan dapat mengkonsumsinya secara langsung.

“Dari hasil observasi yang kami temukan di lapangan, banyak orang yang mau hidup sehat dengan mengkonsumsi Black Garlic tapi gak bisa mencium baunya dan gak bisa mengonsumsinya langsung hingga akhirnya kami terfikirkan untuk mengolahnya dalam bentuk kapsul” ungkap Mia, selasa (2/10/2019)

Selain Black Garlic dalam bentuk kapsul, produk olahan lainnya yang mereka buat adalah Keripik Kentang, Pengharum Ruangan dari kopi dan Permen Jely Stoberi (Jelly Candy Strowberry). "Untuk Kopi yang terkenal di Sembalun sendiri adalah Kopi Arabikanya, namun masyarakat hanya tahu itu untuk dikonsumsi saja hingga akhirnya kita buat dalam bentuk pengharum ruangan” tutur Mia.

Demikian halnya dengan Kentang dan Stroberi, Mia menjelaskan bahwa selama ini masyarakat di Sembalun Bumbung hanya memasarkan kedua produk itu dalam bentuk produk mentah. Hal itu memantik inisiatif Mia dan kawan-kawannya untuk mengolah hasil bumi dari tanah subur dibawah kaki gunung rinjani itu menjadi produk olahan dengan nilai jual yang lebih tinggi.“Kami berfikir bagaimana caranya agar nilai ekonomis setiap produk itu jadi lebih tinggi, hingga akhirnya kami membuat keripik kentang karena selain bahan bakunya sudah ada proses pembuatannya pun relatif mudah” ungkap Mia.

Mia mengaku hasil riset yang dilakukan bersama teman-temannya memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi.

Sementara itu, untuk pemasaran produk ke depan agar produk yang telah diolah dapat menjangkau setiap lapisan konsumen baik di tingkat regional, nasional maupun mancanegara, Mia mengakui sedang dalam proses pengurusan Izin BPOM untuk produk Black Garlic, dan mengurus izin usaha untuk 3 produk lainnya. (Inc)