Banyak Wilayah Kekurangan Air Bersih, Begini Saran HMI Cabang Bima -->

Iklan 970x250px

Banyak Wilayah Kekurangan Air Bersih, Begini Saran HMI Cabang Bima

Rabu, 31 Juli 2019


Bima, Incinews.Net-  Semakin tingginya angka titik kekeringan berdampak pada krisis Air bersih Dikabupaten Bima dan Kota Bima menjadi bahan sorotan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima.

Sukrin selaku Ketua Umum HMI Periode 2019-2020, mengatakan selain hidup di Dataran rendah juga Dataran tinggi seperti Kecamatan Wawo, Lambitu, Parado, Donggo dan beberapa kecamatan lainya. Kemudian wilayah-wilayah dataran tinggi sesungguhnya menjadi harapan terakhir bagi keseimbangan sikslus Alam, Ungkap Sukrin.

Hampir di setiap kecamatan yang di kabupaten bima mengalami kekeringan, soal kekeringan harus menjadi atensi khusus pemerintah kabupaten bima. Sebap menyangkut hajat hidup orang banyak, Ujar Sukrin. Pada Rabu (31/7)

Musim kemarau yang berkepanjangan dan gundulnya hutan menyebabkan kekeringan, salah satunya adalah para petani yang terancam tanamannya gagal panen karena kekurangan air. Selain itu , bencana kekeringan juga membuat persediaan air bersih menjadi langka.

Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat sehari hari, sementara dari pemerintah kabupaten bima sendiri belum ada penanganan yang serius, paling tidak upaya-upaya pencegahan itu harus diutamakan." Mencegah lebih baik ketimbang mengobati", Jelas Ketua Umum.

Dalam mengatasi kekeringan banyak cara yang harus dilakukan dan didorong bersama lebih khususnya Tugas Pemerintah seperti membuat penampungan air (embung) yang berfungsi sebagai penampung air saat hujan. Embung dapat menjadi penyedia air pada saat musim kemarau tiba. Tentu, kapasitas air yang tersedia tergantung dari luas areal dari Embung itu sendiri. 

Artinya semakin besar kapasitas Embung maka persedian air semakin banyak sehingga lahan yang dialiri bisa cukup luas, Tegas Sukrin.

Selanjutnya proses penghijauan dan mengurangi konversi lahan di daerah hulu. Tanaman yang ditanam pada lahan-lahan kosong dapat menjaga dan mengikat butiran tanah saat terjadi hujan. Tanaman yang rapat juga bisa meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air hujan. Ini akan mengurangi aliran permukaan dan penguapan sehingga air tanah akan tersedia lebih lama. 

Sebaliknya, konversi lahan di derah hulu dapat mengurangi kemampuan lahan dalam menyerap air hujan. Akibatnya, pada saat musim hujan, air lebih banyak dialirkan melalui permukaan dan pada saat musim kemarau air cepat mengering.

Disamping dua hal tersebut kita  juga membangun Hutan Kota " (lokalisasi hutan),Wilayahnya bisa dikembangkan di pusat kota, tetapi bisa juga bisa dibangun pada pinggiran. "Hutan Kota" sengaja dibuat untuk memperbaiki dan memelihara lingkungan. "Hutan Kota" penting untuk keseimbangan ekologi manusia dalam berbagai hal seperti, kebersihan udara, ketersediaan air tanah, pelindung terik matahari, kehidupan satwa dalam kota dan juga sebagai tempat rekreasi, Jelas Sukrin.

"Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, maka bencana kekeringan yang terus berulang akan bisa ditanggulangi. Minimal, masyarakat tidak akan kehabisan air saat kemarau tiba", Tutup Ketua Umum HMI Cabang Bima. (Inc)