2 Hari Peserta UKW Media Siber NTB Dibuat Tidak Bisa Bernapas Oleh Penguji -->

Iklan 970x250px

2 Hari Peserta UKW Media Siber NTB Dibuat Tidak Bisa Bernapas Oleh Penguji

Incinews.net
Senin, 07 Desember 2020
Foto: Saat kegiatan Simulasi Rapat Redaksi oleh peserta.


MEDIA insan Cita, Mataram: Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Media Siber Indonesia (DPW AMSI) NTB menyampaikan rasa syukur atas sejumlah pengalaman dan ilmu yang telah di dapat selama 2 hari menjalani proses uji kompetensi wartawan (UKW). 

"Selama ini saya selalu berkelana dan mengerjakan hal baru, dari saya belajar jadi santri, terjun ke dunia bisnis, dari bisnis terjun ke dunia pariwisata menjadi ketua badan promosi pariwisata daerah NTB dan 2 tahun terakhir saya terjun ke dunia jurnalistik dan hari ini ikut jadi peserta UKW," ungkap TGH Fauzan Zakaria Amin Lc MSi saat menutup acara UKW di Fave hotel, Minggu, (6/12/2020) di Kota Matatam.

Selain itu, ia mengutarakan, selama 2 hari ini adalah puncak perjalanan saya selama 2 tahun terakhir jadi jurnalis, alasannya, Kata Fauzan, proses UKW tidak ada waktu yang sia-sia dibuat oleh penguji, "Sampai saya merasa sesak napas dibuat, hanya waktu sholat dan makan saja waktu untuk untuk istrahat, tapi banyak hal baru yang saya dapat," katanya.

Sebanyak 24 peserta yang ikut, dewan juri nyatakan semuanya berkompeten (lulus). Dari semua peserta itu 23 orang peserta muda dan 1 orang madya.

Sementara itu, salah satu penguji Syifaul Arifin menyampaikan, meminta agar semua peserta yang udah dinyatakan berkompeten (lulus) agar jangan cepat merasa puas. "Apa yang didapat selama 2 hari ini sebagai bekal untuk terus meningkatkan potensi diri, perbanyak refrensi dengan banyak membaca, karena rata-rata peserta menulis cukup bagus," katanya.

Ia juga mengingatkan, agar peserta teliti dan berhati-hati dalam penempatan, penggunaan kata dan kutipan dalam menulis berita.

"Semua hasil tulisannya udah bagus, hanya saja sebagian peserta melupakan tata cara penempatan huruf kapital, termaksud tanda titik, koma, kata sambung dan huruf yang seharusnya besar ditulis huruf kecil, sepele memang tapi sangat penting untuk dunia tulis menulis," ujarnya.

Keluar sebagai peserta terbaik, yakni saudara Tam, Imam Maqdis dan Rizal.

Mewakili Peserta, Rizal Mengatakan, menyampaikan ucapan banyak terimakasih kepada penguji, selama 2 hari ini telah membimbing dan memberikan banyak pemahaman baru dan mendidik kita dengan setulus hati.

"Sekali lagi terimakasih, tidak bisa kami semua yang ada disini memberikan sesuatu selain mengamalkan ilmu yang sudah kami dapat," ungkapnya.

Tidak lupa ucapan selamat kepada AMSI NTB terutama panitia yang sudah dari awal menyiapkan kegiatan ini. "selamat kepada kita semuanya, akhirnya kita semua bisa lulus, walau untuk mendapatkan itu tidaklah mudah, butuh keseriusan, kerja keras, ini buah dari perjuangan kita selama 2 hari kerja tanpa henti," tutupnya.

Sebelumnya, Saat menghadiri acara pembukaan, Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., menilai, uji Kompetensi Wartawan (UKW) adalah sesuatu yang dibutuhkan saat ini, mengingat produk jurnalistik yang dibuat oleh wartawan memiliki pengaruh besar bagi kondusifitas daerah, sehingga harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kompetensi.

"Ini adalah bagian untuk meningkatkan kompetensi itu, dan kita juga memahami bagaimana fungsi wartawan ini harus bisa menjadi penyalur aspirasi masyarakat. Wartawan juga harus bisa mengedukasi masyarakat tentang pembangunan-pembangunan yang dilaksanakan di suatu daerah," pesan Wagub saat membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Pengurus Wilayah NTB di Fave Hotel, Sabtu (5/12/2020) kemarin.

Lebih jauh, wagub mengatakan, UKW ini menjadi konsekuensi dan kebutuhan setiap wartawan. Jadi sebagai seorang jurnalis yang bertanggung jawab harus dibarengi dengan kompetensi yang baik. Ia berharap semua anggota AMSI dapat memberikan kontribusi terbaiknya bagi pembangunan di NTB, karena berita baik sangat dibutuhkan untuk saat ini. 

"Karena kebangkitan ekonomi NTB dan Indonesia ini juga sangat bergantung dari berita yang beredar, baik di online maupun media lainnya," tegasnya.

Selain berbicara mengenai pentingnya UKW bagi wartawan, Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi ini juga menyinggung tentang hoaks yang menjadi musuh bersama dalam pembangunan daerah. 

Menurutnya, banyak orang yang mengambil kesempatan dengan memanfaatkan teknologi tersebut untuk kepentingan pribadi bahkan untuk tujuan yang buruk. Sehingga hoaks harus dilawan melalui produk jurnalistik untuk memberi pemahaman kepada masyarakat.

"Hoaks ini memang harus kita lawan dengan kerja keras dan rasa optimisme yang tinggi, termasuk juga dengan peningkatan kompetensi seperti ini," jelas Ummi Rohmi. 

Sementara itu, Direktur Bisnis Solopos Group yang juga Selaku Korwil AMSI Jateng, DIY, Jatim, Bali dan NTB, Suwarmin menjelaskan perbedaan media siber dengan media sosial. Menurutnya, media sosial jika bertemu sebuah peristiwa, diunggah tanpa melihat kode etik. Sedangkan media siber harus melaksanakan disiplin verifikasi.

"Itu bedanya media resmi dan dengan media sosial. Di sini kita belajar tentang bagaimana kode etik jurnalistik yang salah satunya diujikan," jelasnya.

Di tengah lautan informasi yang sebagian palsu, Ia mengapresiasi AMSI NTB yang melakukan kegiatan UKW tersebut untuk meningkatkan kompetensi wartawan. (Red/O'im)