Ketua BEM Terpilih Bersama Tim Pemenangan Serukan Persatuan untuk UNRAM Unggul 2021 -->

Iklan 970x250px

Ketua BEM Terpilih Bersama Tim Pemenangan Serukan Persatuan untuk UNRAM Unggul 2021

Incinews.net
Selasa, 01 Desember 2020
Foto: Deklrasi Kemenangan BEM Terpilih dangan didampingi Sekjen bersama Tim dan Simpatisan Wahyu-Galuh.

MEDIA INSAN CITA, Mataram: Wujud dari sebuah demokrasi ialah dapat memberikan ruang-ruang kepemimpinan disudut mana pun untuk diisi oleh siapa pun. Untuk dapat mengisi ruang-ruang tersebut, ada jalan yang perlu dilalui dan telah disiapkan oleh yang akan dipimpin. Hal tersebut tentunya guna memastikan, pemimpin yang ia inginkan sesuai dengan kriteria yang ada.

Demokrasi juga penting bagi mahasiswa dalam kehidupan kampus. Banyak bentuk demokrasi di kampus yang dapat dirasakan mahasiswa, seperti kebebasan berkumpul/organisasi, kebebasan untuk berpendapat, kebebasan untuk tidak di intervesi birokrasi secara dalam dan lain sebagainya. Demokrasi ini penting bagi mahasiswa sebagai amanat dari konstitusi itu sendiri.

Pemilihan raya mahasiswa BEM dan DPM Unram adalah bentuk dari suatu demokrasi kampus pada tingkat mahasiswa. Pada jalan demokrasi untuk pemilihan ketua dan sekretaris BEM Unram 2021 dipercayakan kepada Koalisi Fatepa-Fisipol atau Fisipol-Fatepa. Dalam hal ini saudara Wahyu sebagai ketua BEM Unram 2021 dan saudari Galuh sebagai sekretaris BEM Unram 2021.

Munculnya, Pasangan Wahyu-Galuh sebagai ketua dan sekretaris BEM Unram 2021 dalam PEMIRA 2020 adalah sebuah keniscayaan Demokrasi. Setelah memalui proses administratif Pemira yang cukup panjang dan prosedural yang ada. Secara Aklamasi nama pasangan wahyu - galuh koalisi Fatepa-Fisipol keluar sebagai pemimpin yang akan menahkodai BEM Unram 2021.

Proses Aklamasi dalam Pemira atau pemilihan pada umumnya ialah kelaziman dari sebuah demokrasi. Hal ini membuktikan bahwa demokrasi tidak dapat diartikan secara sempit. Justru demokrasi itu memiliki pengertian dan praktik yang luas. Kelaziman ini harus diakui sebagai suatu keputusan bersama dan konsekuensi dari pengejawantahan demokrasi.

 Aklamasi dalam hal Pemira BEM di Unram bukanlah hal baru dan bukan yang pertama kalinya. Demokrasi dengan aklamasi tidak hanya terjadi ditingkat universitas, pada beberapa fakultas  memilih aklamasi dalam Pemira BEM tingkat fakultas. Karena sekali lagi itu adalah suatu kelaziman dalam praktik demokrasi baik dalam kampus dan politik praktis umumnya.

Wahyu - Galuh untuk nafas baru pergerakan mahasiswa Universitas Mataram. Ketua dan sekretaris BEM Unram 2021 pada Deklarasinya  menekankan dan memastikan untuk memperjuangkan Hak-hak mahasiswa universitas mataram yang sampai saat ini belum tuntas. Problem kampus akan menjadi perhatian penting dan utama oleh Ketua dan sekretaris BEM Unram 2021. Disisi lain, memastikan mahasiswa tetap bersama gerakan-gerakan rakyat. 


Wahyu mengatakan, BEM Unram 2021 dibawah kepemimpinan saya, memilih akan terus memperjuangkan dan menolak segala bentuk penindasan hak terhadap rakyat terutama  mahasiswa Unram. "Langkah ini sebagai pilihan konkrit guna mengawal kebijakannKous memastikan memenuhi hak-hak mahasiswa bisa terpenuhi," katanya saat menggelar Dekrasi Kemenangan dihalaman Lapangan Rektor Unram. (30/12//2020).

Ia menghimbau kepada seluruh mahasiswa universitas mataram agar menjaga dan menyerukan persatuan. 

"Hal ini penting dilakukan guna menjaga atmosfer gerakan-gerakan mahasiswa yang telah dibangun sejak dulu dan kedepannya. Mewujudkan BEM #UnramUnggul 2021 bersama saudara Wahyu dan Galuh," tegasnya. (Red/SH)