Atasi Resesi Ekonomi Ditengah Covid-19, GMNI Mataram Serukan Gerakan Kembali ke Warung Lewat Dialog -->

Iklan 970x250px

Atasi Resesi Ekonomi Ditengah Covid-19, GMNI Mataram Serukan Gerakan Kembali ke Warung Lewat Dialog

Senin, 28 September 2020
Foto: Saat Acara Dialog Berlangsung. (ist/O'im)

Mataram, incinews.netDewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Mataram  menyelenggarakan Dialog Publik, Senin 28 September 2020 di De-Lima Guest House and Café yang berlokasi di Jl. Bung Karno No. 88 Mataram dengan mengangkat tema “Gerakan Kembali ke Warung”.

Ketua Umum DPC GMNI Kota Mataram dalam sambutannya sekaligus membuka acara Dialog mengajak seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali untuk mulai berbelanja di warung-warung kecil yang dimana akan sangat membantu perekonomian NTB. "Kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan observasi, kajian dan diskusi langsung dengan pedagang di warung-warung sekitaran Mataram," ungkap Bung Al-Mukmin Betika. 

Dalam acara tersebut juga turut mengundang Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf selaku Diresnarkona Polda NTB, Akhdiansyah, SH.I selaku anggota DPRD Provinsi NTB, dan Dinas Koperasi dan UKM NTB yang diwakili oleh KABID UKM Bapak Hamid.

Menurut Kombes Pol. Helmi, life style menjadi faktor utama yang membuat kalangan muda hari ini jarang ke warung, perihal life style inilah yang perlu dikontrol oleh pemuda dan mahasiswa. 

"Selain itu, pemerintah melalui Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) harus memulai dan memberi contoh untuk memulai gerakan ini," katanya.

Kepala Bidang (KABID) UKM Bapak Hamid menyampaikan dari sudut pandang yang lebih kulturis. Beliau mengatakan bahwa warung merupakan pusat informasi yang dilakukan oleh masyarakat, "khususnya sering terjadi dialog interakitf antara masyarakat mulai dari percakapan politik, budaya dan bahkan ke persoalan kondisi masyarakat tertindas seperti mereka sebagai guyonan," ungkapnya.

Sementara, Anggota DPRD Provinsi NTB, Akhdiansyah mengapresiasi langkah GMNI Cabang Mataram, hal ini merupakan pembelajaran dasar dalam organisasi yakni perihal advokasi. 

"Dan yang lebih bagus lagi, pemuda dan mahasiswa harus mencintai kepentingan rakyat tersebut agar lebih terfokus kepada penyelesaian masalah bukan hanya di forum diskusi saja,"terangnya.

Selain itu, sambun ia, bila menengok ke belakang pada masa krisis moneter  (KRISMON). UMKM atau warung-warung masyarakat tetap mampu bertahan disaat serangan ekonomi pada masa itu. 

Terlebih lagi, Kata Anggota DPR dari Partai PKB ini, pada masa sekarang dimana Covid-19 dan ancaman resesi yang akan melanda Indonesia. Tentu kita harus memperkuat fondasinya, menopang ekonomi masyarakat kecil dulu agar roda ekonomi terus berputar di NTB dulu dan supaya keuangan tidak diambil di NTB dan lalu diputar di provinsi lain.

"Dialog ini juga merupakan media fasilitator Organisasi Kepemudaan Se-Kota Mataram untuk bertukar pikiran menggali solusi-solusi penguatan perekonomian masyarakat kecil guna menghindari ancaman resesi," katanya.

Dialog public yang kurang lebih di ikuti 30 peserta dari berbagai Organisasi Kepemudaan Se-Kota Mataram antusias memahami pemaparan para pembicara terkait gerakan kembali ke warung. 

Pemuda tentu di harapkan menjadi agen perubahan yang mampu menjadi contoh  masyarakat untuk bersama-sama berbelanja kembali ke warung, selain itu juga peserta mendaptkan bekal yang di harapkan menjadi modal  kesadaran untuk pentingnya gerakan kembali ke warung demi ketahanan ekonomi.

Acara ini ditutup dengan pemberian plakat kepada para pemateri  yang telah. (red)