Corona Dan Kebangkitan IKM Lokal -->

Iklan 970x250px

Corona Dan Kebangkitan IKM Lokal

Senin, 25 Mei 2020

"Ahmad Efendi, Komunitas Balai Tulis Literasi NTB"

Penulis mau memakai istilah disruptive untuk menggambarkan kondisi  pandemic corona (covid 19) saat ini. Disruptive dapat dimaknai sebagai situasi di mana tiada kemampuan masyarakat menduga secara tepat apa yang akan terjadi di masa depan sehingga upaya antisipasi tidak dapat dilakukan sepenuhnya. Pada konteks ini banyak hal yang “terbantai” dengan sendirinya akibat pandemic global covid 19 tersebut.

Termasuk industry barang dan jasa skala besar pun mengalami turbulensi yang cukup signifikan. Penurunan berbagai macam produk barang dan jasa yang terganggu berakibat pada terjadinya gelombang PHK yang tidak dapat dielakkan. Apalagi industry dalam skala kecil-menengah sudah tentu mengalami guncangan yang cukup hebat dewasa ini.

Dunia seolah melambat dari hiruk pikuk produksi. Lalu masyarakat berusaha beradaftasi dengan berbagai langkah. Stay at home, social distancing, fhisical distancing dan lain sebagainya sebagai upaya agar tidak tertular oleh covid 19 yang ganas itu telah berpengaruh banyak pada cara produksi masyarakat. Dalam pada inilah IKM (industry kecil menengah) harus ikut berjibaku agar tetap bisa melanjutkan aktivitas produksinya.

Pilihannya adalah IKM harus menyongsong era baru ini. Era penuh kontradiksi jika harus dibandingkan dengan kondisi dunia normal. Pada saat kondisi normal IKM-IKM harus bersaing dengan industry-industri besar pabrikan, maka ketika kondisi dunia seperti saat ini seolah IKM –IKM menemukan momen guna mewujudkan produksi mereka agar dapat menjadi pilihan utama masyarakat local khususnya.
Ini adalah kesempatan IKM-IKM untuk berupaya agar bisa menjadi teman setia masyarakat local di dalam menggunakan berbagai produk local.

Selama ini masyarakat agak sulit memandang produk local sebagai produk andalan, maka kini hal itu mau tidak mau harus menjadi pilihan masyarakat. Agar kehidupan social-ekonomi dapat berjalan, sehingga hal itu juga akan berdampak pada lingkaran  kesejahteraan yang tidak putus akibat adanya gangguan-gangguan pandemic global seperti pada kasus covid ini.

Untuk konteks NTB, pemerintah yang digawangi oleh duo doctor yaitu Bang Zul dan Ummi rohmi sudah berada pada track yang tepat, di mana salah satu program unggulannya adalah menjadikan IKM sebagai salah satu sector prioritas. Dalam pada inilah maka ketika Covid 19 itu datang menghantam kehidupan mmasyarakat global NTB seperti “sudah siap” menghadapinya. Ini terlihat dari respon pemerintah NTB yang begitu cepat dalam memberikan bantuan logistic kepada masyarakat yang “terjerat” akibat merebaknya covid itu sendiri. Bahkan dikatakan pemerintah NTB secara nasional merupakan salah satu yang tercepat melakukan upaya memberikan Jaring pengaman Sosial (JPS) kepada  masyarakat.

Maka dapat disaksikan IKM-IKM NTB pun mempunyai harapan untuk menggeliat di tengah hantaman Covid 19. Alih-alih IKM-IKM NTB hendak bertumbangan malah mengalami kesibukan untuk berproduksi dan berinovasi. Ini tentu saja akan menjadi trigger dari berjalannya kehidupan social-ekonomi masyarakat NTB yang seolah stagnan dengan musibah kiriman tersebut. 

Ini menjadi harapan bagi  masyarakat dalam rangka melanjutkan denyut kehidupan mereka sehingga dapat menyelamatkan masyarakat dari keterpurukan ekonomi.

Lebih jauh dari itu, keberadaan JPS Gemilang yang memang telah memperioritaskan membangun IKM-IKM NTB mempunyai makna yang sangat strategis bagi membangun kehidupan social-ekonomi masyarakat local. 

Kendatipun covid 19 itu tidak menyebar dan menghantam masyarakat pemerintahan Bang Zul-umi Rohmi memang telah sedari awal mempunyai passion dan keyakinan untuk menjadikan IKM-IKM sebagai skala prioritas untuk membangun NTB. 

Mengapa pemerintahan Bang Zul-Ummi Rohmi sangat menitikberatkan pembangunan IKM-IKM NTB?
Membangun Kemandirian

Dengan keberadaan pasar yang sudah sedemikian terbuka diikuti oleh kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat. Dunia seolah-olah dipompa untuk terus-menerus melakukan pembaharuan-pembaharuan. Kondisi ini mengantarkan masyarakat pada zaman penuh sensasi dan kejutan. 

Inovasi-inovasi diperlukan sebagai hal yang mutlak dilakukan. Jika tidak demikian maka tiada harapan untuk ikut dalam gerbong hari esok yang terus berputar dari satu titik zaman ke titik zaman berikutnya.

Oleh karenanya agar produksi masyarakat tidak mengalami stagnasi pemerintah perlu hadir di sini. Pemerintah mutlak harus hadir jika tidak mau melihat produksi-produksi local hanyut dan menjadi asing ditanahnya sendiri.

Kesadaran seperti inilah yang menjadi semangat dari pemerintahan NTB gemilang, sehingga orientasi membangunnya adalah mempercepat pemberdayaan industry-industri local agar dapat menjadi tiang penyangga social-ekonomi-lokal pula. Pemerintah sudah seharusnya memang melakukan itu, apalagi masyarakat dewasa ini sudah mulai menyadari betapa pentingnya industrialisasi berbasis sumber daya local. Bagaimanapun juga sumber daya local harus mampu menjadi produk olahan sehingga ada harapan bagi menyemai kemajuan.

Masyarakat harus menjadi actor yang aktif. Jika tidak demikian maka hal itu menjadi indikasi masyarakat mengalami keterasingan dari kesejatiannya. 

Bagaimana mungkin masyarakat yang sudah dijejali dengan berbagai macam kemajuan teknologi-informasi ini tidak dapat beradaftasi sekaligus memanfaatkannya menjadi peluang? Hal ini tentu harus menjadi pelecut semangat agar masyarakat local secara optimal bisa menjadi produsen-produsen handal. Minimal untuk masyarakat local itu sendiri karena hanya dengan demikianlah kedaulatan ekonomi itu bisa dibangun.

Bercermin dari paparan-paparan di atas maka tidak heran, ketika ada pandemic covid 19 yang begitu ganas datang. Pemerintah seperti sudah mempunyai mitra untuk menhadapinya. Pada titik inilah IKM-IKM NTB harus mengambil peluang itu secara masksimal, karena Negara (pmerintah NTB) hadir sejak awal bahkan menjadikannya sebagai skala prioritas untuk membangun NTB yang mandiri.