Perlunya Toleransi di Dikalangan Milenial

Iklan 970x250px

Perlunya Toleransi di Dikalangan Milenial

Wednesday, November 13, 2019

Mataram,Incinews.Net- Pentingnya menghidupkan  toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus diterapkan oleh generasi milenial saat ini, karena dengan menjaga toleransi dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan sehingga dapat menghindari masalah yang dapat berdampak kepada bangsa.

Mendukung hal tersebut Aliansi Remaja Independent (ARI) menggelar Diskusi Publik yang bertajuk KREASI : Kiat Anak Muda Promosi Toleransi, mengundang berbagai lembaga pemuda yang ada di NTB, kegiatan ini berlangsung di Hotel Aston Inn, Selasa (12/11/ 2019).

Selain sikap toleransi dikehidupan sehari - sehari juga pentingnya toleransi dalam bersosial media. "Sebelum menyebarkan informasi hendaknya untuk di saring terlebih dahulu, hal ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran informasi yang bersifat hoax atau disinformasi" Jelas Kepala Seksi Publikasi dan Dokumentasi Dinas Kominfotik NTB Dudut Eko selaku narasumber dalam Diskusi Publik ARI.

Dudut sapaannya juga menjelaskan kepada kaum milenial betapa pentingnya keterbukaan informasi. Sesuai dengan UUD 1945 yang membahas Keterbukaan Informasi dalam pasal 28 F: Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan infomasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik: “ Informasi yg dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim dan atau diterima oleh suatu badan publik yg berkaitan dgn penyelenggara negara dan atau penyelenggara dan penyelenggara badan publik sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik serta informasi lain yg berkaitan dgn kepentingan publik”.

Keterbukaan informasi juga mengajak masyarakat untuk menjadi narasumber maupun pencari atau penyebar berita (Citizen Jurnalisme), sehinggainstitusi harus siap diapresiasi maupun dikritik secara langsung, kinerja pegawai publik (institusi) harus lebih transparan, dan membutuhkan strategi komunikasi yang lebih piawai, lebih responsif,  & lebih cepat. 

Salah satu contohnya adalah penerapan aplikasi NTB Care masyarakat dapat memberikan pengaduan secara rinci perihal kondisi yang ada ditengah masyarakat secara faktual. Masyarakat dapat dengan mudah mendownload aplikasi NTB Care di Play Store yakni NTB Care – Caring Society With Integrity dari Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB. Pengajuan pengaduan dapat ditujukan untuk pemerintah, isi pengaduan tidak boleh bersifat hoax atau disinformasi dan bisa menyertakan foto serta lokasi pengaduan yang telah diintegrasikan dengan gmap. 

Selain itu pentingnya masyarakat untuk mengenal literasi media sebagai kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi pencitraan media. "Tujuannya agar masyarakat sebagai konsumen media mulai anak-anak, Remaja dan orag dewasa menjadi sadar dan melek tentang cara media dikonstruksi (dibuat) dan diakses" jelasnya. 

Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kominfotik NTB juga telah memberikan berbagai upaya menangkal hoax dari media seperti adanya Inspiratif Expo:  Pertunjukan Jalanan berpadu dengan literasi program Pemerintah (Kominfo dan OPD lain), Kelompok Informasi Masyarakat (KIM): FGD dgn kelompok Peduli Informasi di lingkungan masyarakat dan Pertunjukan Rakyat: Gelaran Budaya di masyarakat seperti Hadrah Marawis, Pencak Silat, Seni Tari dll.

Kementerian Agama Provinsi NTB yang diwakili Ibu Hj. Eka menegaskan bahwa Kemenag berkomitmen dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. “Daerah yang damai dan rukun maka memberikan rasa nyaman untuk masyarakat, Alhamdulillah di Provinsi NTB termasuk kategori daerah yang rukun” tuturnya. 

Sementara itu perwakilan dari ARI NTB Setiawan menguyngkapkan bahwa Remaja dapat berperan dalam promosi toleransi dalam kehidupan sehari – hari atau media social dengan melibatkan remaja sebagai fasilitator, dari remaja untuk remaja tidak hanya menjadi peserta namun juga sebagai actor yang bergerak ditengah masyarakat dan membuat kegiatan yang merangkul unsure agama dan keberagaman. (inc)