Milenial Parenting, Why Not? -->

Iklan 970x250px

Milenial Parenting, Why Not?

Incinews.net
Selasa, 20 April 2021
Foto: Hilda Nurhidayah

Kata “Milenial" sudah tidak asing ditelinga kita. Dewasa ini, generasi milenial menjadi topik yang cukup hangat dikalangan masyarakat, mulai dari segi pendidikan, teknologi maupun moral dan budaya. Tapi sebenarnya, siapakah generasi milenial itu dan apakah masyarakat benar-benar mengerti akan sebutan itu?

Milenial atau kadang juga disebut dengan generasi Y adalah sekelompok orang yang lahir setelah Generasi X, yaitu orang yang lahir pada kisaran tahun 1980- 2000an. Maka ini berarti milenial adalah generasi muda yang berumur 17- 37 pada tahun ini. Milenial sendiri dianggap spesial karena generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, apalagi dalam hal yang berkaitan dengan teknologi.

Jika kita melihat ke dunia sosial media, generasi milenial sangat mendominasi jika dibandingkan dengan generasi X. Dengan kemampuannya di dunia teknologi dan sarana yang ada, generasi milenial belum banyak yang sadar akan kesempatan dan peluang di depan mereka. Generasi milenial cenderung lebih tidak peduli terhadap keadaan sosial di sekitar mereka seperti dunia politik ataupun perkembangan ekonomi Indonesia. 

Generasi milenial adalah istilah bagi masyarakat sosial yang melek dan mudah beradaptasi (adaptable) pada tekhnologi, mereka cenderung suka memanfaatkan tekhnologi untuk mempermudah segala aktivitas tak terkecuali aktivitas belanja dan mendapatkan informasi-informasi terbaru dan viral baik nasional maupun internasional. 

Pada era milenial seperti sekarang ini bukan hanya tentang tekhnologinya yang canggih, mendapatkan informasi secara cepat dan aktivitas dapat diselesaikan secara instan. Namun juga, maraknya “Nikah muda”. 

Fenomena ini banyak terjadi dikalangan masyarakat Indonesia, trand yang tengah banyak digandrungi pria dan wanita diusia 18-25 tahun, nikah muda ini tak dipungkiri telah menjadi salah satu bentuk kegalauan bagi mereka yang kini berada diusia 20-an karena melihat temannya yang lain sudah menikah. Sehingga timbul rasa ingin menikah juga. 

Saat ini, Indonesia adalah salah satu negara dengan angka perkawinan anak tertinggi, laporan UNICEF. The state of the world’s children 2016, menunjukkan satu dari enam anak perempuan di Indonesia menikah dibawah usia 18 tahun. 

Menanggapi hal ini trend (kecenderungan) nikah muda antara tuntutan, gengsi atau pilihan, menikah bukanlah sebatas drama romantika antara pasangan suami dan istri saja, namun bagaimana saling membimbing dan mendidik anak agar menjadi manusia yang seutuhnya, hidup bersama dengan kasih sayang, berdampingan dan saling menjaga sampai seterusnya.

Anak zaman now (sekarang) yang lekat dengan istilah milenial dan pasti memiliki gadget, lebih buruknya lagi tidak sedikit dari orang tua mengambil cara jitu dan mudah untuk mendiamkan anak yang rewel yaitu dengan memberikan anak gadget tanpa disadari, banyak prilaku anak yang suka membantah, malas belajar, cepat marah, hingga berbuat hal negatif akibat sentuhan konten-konten sosial media diluar pengetahuan orang tua.

Parenting merupakan saat untuk kita belajar menjadi orang tua yang lebih baik pada zaman milenial ini, sebagai orang tua tidak cukup hanya mengetahui apa yang terjadi tapi bagaimana kita dapat berperan mempersiapkan generasi yang mampu menjadi “pelaku” di era milenial tanpa menghilangkan peran pengasuhan cinta dan kasih sayang terhadap anak. Pada era digital seperti sekarang ini, orang tua harus mampu menyesuaikan cara mendidik anak agar lebih bisa diterima oleh anak. Parenting yang arif, positif, efektif dan modern akan sangat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak ke arah yang lebih baik dan positif.

Pengaruh globalisai dalam kehidupan berkeluarga terlihat pada pergeseran nilai dan norma dalam keluarga, keluarga dalam pola asuh orang tua berfungsi sebagai pengaruh yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak usia dini. 

Proses pola asuh orang tua meliputi kedekatan orang tua dengan anak, pengawasan orang tua, dan komunikasi orang tua dengan anak, melalui komunikasi orang tua hendaknya menjadi sumber informasi dan pendidik utama. 

Milenial parenting dapat diterapkan oleh orang tua yang hidup pada zaman modern seperti sekarang ini yaitu dengan mengikuti gaya,minat dan bakat belajar anak tentunya tetap dalam pengawasan. 

Salah satunya adalah dengan menerapkan positif parenting kepada anak yaitu beberapa kegiatan yang dirancang dengan anak terkait dengan aktivitas, reward dan hukuman yang telah disepakati dan di diskusikan bersama-sama tanpa ada rasa terpaksa dari salah satu pihak. 

Hal ini dapat memotivasi anak serta dapat melatih rasa tanggung jawab anak, hal ini lebih reflektif yaitu orang tua milenial mengutamakan pendekatan yang rilexs dan responsif terhadap anak. Orang tua milenial menghargai waktu bermain yang tidak terstruktur, sama pentingnya dengan aktivitas yang lain. Memberikan anak ruang yang mereka butuhkan untuk belajar, bermain dan tumbuh secara mandiri. Plus orang tua generasi ini menekankan fokus baru pada empati, untuk membantu anak berinteraksi dan memahami dunia mereka sendiri dengan baik.


Penulis: Hilda Nurhidayah, Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini, UIN Mataram.