Hama Ulat Serang Tanaman Jagung dan Padi Petani di Bima, Kisman Minta PPL Turun Tangan -->

Iklan 970x250px

Hama Ulat Serang Tanaman Jagung dan Padi Petani di Bima, Kisman Minta PPL Turun Tangan

Sabtu, 20 Februari 2021
Foto: Ketua Kelompok Tani So Nonto Due Desa Sondo Kisman SH.

MEDia insan cita, Bima: Beberapa hari terakhir ini masyarakat Desa Sondo Kecamatan Monta Kabupaten Bima NTB mengeluhkan banyaknya hama yang menyerang Padi dan Jagung para Petani.

Menanggapi hal itu, Ketua Kelompok Tani So Nonto Due Desa Sondo Kisman SH mengatakan, sebumnya hal ini sudah pergi menyampaikan ke BPP Kecamatan Monta tentang keluhan Masyarakat tentang adanya hama ulat yang menyerang Tanaman Petani.

"Saya sudah menyampaikan pengaduan atas kondisi tanaman pertanian milik warga tani di Desa Sondo khususnya dan Gugus Monta Selatan umumnya yang terindikasi adanya serangan hama," "ungkapnya kepada media ini Jum'at, (19/2/2021) saat ditemui di rumahnya kemarin.

Ia menjelaskan, bahwa kegiatan pertanian pada masa tanam di musim hujan tahun 2021 dibutuhkan adanya kegiatan penyuluhan oleh para petugas, tapi kadang peran pihak PPL di Desa malas turun lapangan, padahal petani butuh dampingan agar dapat setiap hari dan Minggu dilakukan pengamatan terhadap tanaman karena umumnya orang tahu kalau wilayah Gugus Monta Selatan endemit hama. 

"Mestinya kepada PPL dibutuhkan kepekaan tinggi dan pemihakannya  agar tata usaha pertanian masyarakat dapat diharapkan berhasil, cukuplah beban soal Saprodi/Alsintan, biaya produksi serta harga produksi yang dikeluhkan oleh petani yang mahal," sesal pria yang dikenal dengan Kisman 2000

Sambung ia, disaat intensitas hujan tinggi yang mengakibatkan tingkat kelembaban dan apalagi bersamaan dengan masa pemupukan hingga tanaman tengah subur maka semakin rentan dengan penyakit.

Menyadari pentingnya permasalahan potensi terserang hama penyakit pada tanaman petani terutama komoditas padi dan jagung semakin kencang dikeluhkan, maka kata kisman, untuk tanaman padi terindikasi serangan hama ulat, dan werengpenting dibutuhkan kehadiran PPL serta pihak pengamat hama dan penyakit tanaman agar dapat dicegah, diatasi setelah adanya diagnosanya. 

"Saatnya Bhakti PPL dibutuhkan, jangan sibuk ngurus perubahan nasib sendiri melalui momennya proses peralihan status menjadi ASN/P3K, hingga nasib usaha para petani diabaikan. Kedudukan PPL sebagai ujung tombak maka kepekaan dan sikap tanggap atas segala kendala petani butuh langkah cekatannya," harapnya. (Red/OPM)