Posyandu keluarga Terintegrasi Bank Sampah, Jadi Model Solusi Masalah Desa

Iklan 970x250px

Posyandu keluarga Terintegrasi Bank Sampah, Jadi Model Solusi Masalah Desa

Sunday, October 27, 2019

Dompu,Incinews.Net- Setelah Desa Dorokobo, Kempo, kabupaten Dompu sukses mengintegrasikan posyandu dan bank sampahnya, kini di sejumlah desa mulai mengikuti sukses itu. Salah satunya  Pasyandu Keluarga dusun menak utara, Kalijaga selatan, Kecamatan Aikmel- Lombok Timur.

Posyandu itu merupakan satu diantara sejumlah  posyandu di Desa Kalijaga Selatan yang berhasil direvitalisasi menjadi layanan posyandu keluarga, yang diresmikan  Wakil Gubernur NTB Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd,  Sabtu (26/10/2019)

Dalam sambutannya Wagub Ummi Rohmi sapaan akrabnya menyampaikan apresiasi atas upaya sungguh-sungguh dan kerja keras pemerintah desa dan para tokoh setempat dalam upaya revitalisasi posyandu, termasuk mengintegrasikannya dengan bank sampah dalam upaya mewujudkan kebersihan lingkungan (zero waste).

Karena menurut Ummi Rohmi ini, persoalan kesehatan, dan masalah stunting/gizi buruk yang dihadapi masyarakat, bukan sepenuhnya disebabkan kekurangan gizi atau kesehatan saja, tetapi lebih banyak disebabkan oleh faktor kebersihan lingkungan.

Oleh karena itu, posyandu keluarga menjadi solusi menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat di desa. Sehingga harus ada disetiap sudut desa, ujarnya. “Posyandu ini kita harapkan sepenuhnya melayani masyarakat, mulai dari Bayi, balita, ibu hamil, remaja hingga lansia”, tuturnya.

Lebih jauh wagub menjelaskan,bahwa dengan adanya posyandu keluarga, nantinya akan dapat digunakan warga sebagai wadah untuk mendiskusikan, serta dijadikan tempat konsultasi berbagai masalah yng mencangkup apa saja, termasuk kesehatan bayi,balita, remaja lansia. Karena mengingat menjaga kesehatan merupakan kebutuhan vital yang bernilai ibadah." Ungkap wagub ummi Rohmi.

Sementara itu Kepala Desa Kalijaga Selatan, H. Mustoin Asror, menjelaskan bahwa kehadiran posyandu keluarga  sangat tepat sebagai solusi ditengah kompleksitas masalah yang ada didesa.

Desa Kalijaga Selatan sendiri memiliki lima posyandu aktif yang semuanya diubah menjadi posyandu keluarga, dengan harapan nanti posyandu tersebut hadir sebagai tempat untuk sharing berbagai masalah. Diantaranya yakni menekan angka pernikahan dini dengan melakukan edukasi melalui posyandu remajanya, dan juga kedepan posyandu yang ada akan diintegrasikan dengan bank sampah yang masih dalam proses pengerjaan". Terang Kades. (Inc)